Glenmore – Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) selaku organisasi kemasyarakatan yang mewadahi pelaku usaha dan petani tebu di Indonesia menilai, tanah di ujung timur pulau jawa ini sangat baik kualitasnya untuk ditanami tebu.

“Hal ini mengingat letak geografis Kabupaten Banyuwangi yang sangat potensial untuk tanaman tebu,” kata Arum Sabil, Ketua Umum Dewan Pembina DPP Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (APTRI) saat menghadiri peresmian PT IGG Banyuwangi. Selasa (2/8)

Kata Arum, penanaman tebu dan pembangunan pabrik gula di Banyuwangi akan menggerakkan ekonomi masyarakat wilayah itu, sebab para petani akan semangat jika ada perusahaan yang mewadahi.

Saat  ujicoba menanam tebu di wilayah Genteng dengan luasan sekitar 50 hektar, lanjut Arum dapat menghasilkan 100 ton per hektar, apalagi jika varietasnya bagus dan masa tanamnya tepat, Banyuwangi pasti bisa menghasilkan produktifitas tanaman tebu yang lumayan. “Rata rata 100 ton per hektar bisa,” harapnya.

Rizki Restiawan

LEAVE A REPLY