Para isteri nelayan nampak sibuk belajar membakar ikan, di Pulau Santen, Senin (20/3).

Radiobintangtenggara.com, BANYUWANGI – Sebanyak 20 orang ibu rumah tangga mengikuti pelatihan kuliner cara memasak ikan bakar, di Pulau Santen, Senin (20/3).

Para peserta yang mengikuti pelatihan tersebut terdiri dari 15 warga sekitar dan 5 peserta dari Pantai Cacalan. Mereka dilatih untuk menyajikan kuliner dengan benar, mulai cara memfilet ikan, membakar, hingga menyajikan makanan sesuai standar.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan (Disperipangan) Banyuwangi, Hari Cahyo Purnomo mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusia (SDM) dalam menyajikan menu kuliner khas pantai agar dapat menarik wisatawan.

“Ini kami lakukan supaya warga sekitar punya modal berupa keahlian untuk membuka usaha kuliner,” jelasnya.

Menurut Hari, hasil pelatihan tersebut diharapkan bisa menjadi diversifikasi usaha bagi nelayan sehingga mereka mempunyai penghasilan tambahan, terlebih jika sewaktu-waktu mengalami musim paceklik tangkapan ikan.

“Bahkan kalau nanti sudah mahir ini juga bisa menjadi profesi tambahan yang menguntungkan bagi para istri nelayan,” ujarnya

Setelah mengikuti pelatihan, lanjut Hari, Disperipangan Banyuwangi akan terus melakukan pendampingan dengan berbagai pihak terhadap warga pesisir pantai. “Iya, akan kami dampingi sampai mandiri dan benar-benar bisa,” janjinya.

Seperti diketahui, pada awal Maret 2017 Pemkab Banyuwangi melaunching Pulau Santen menjadi Pantai Syariah berkonsep halal tourism pertama dan satu-satunya di Banyuwangi

Pulau Santen syariah tersebut dikhususkan bagi kaum perempuan. Pelancong laki-laki tidak diperkenankan masuk ke kawasan wisata pantai syariah tersebut. Pasalnya, seluruh petugas yang memberikan pelayanan di pantai syariah adalah  perempuan dan berkerudung.

Hermawan

LEAVE A REPLY