Beranda News Banyuwangi Perpisahan KKN Mahasiswa Untag Banyuwangi, Diwarnai Isak Tangis Warga

Perpisahan KKN Mahasiswa Untag Banyuwangi, Diwarnai Isak Tangis Warga

713
1
Tiga pilar Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, foto bersama mahasiswa KKN kelompok XXVII Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, Sabtu (5/8) malam.

Radiobintangtenggara.com, GENTENG – Isak tangis warga mewarnai perpisahan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, kala melepas kepergian 21 orang yang telah melakukan pengabdian dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Sabtu (5/8) malam.

Selama kurang lebih satu bulan mereka berbaur dan menyatu bersama masyarakat Kaligondo, warga setempat sudah menganggap mahasiswa Untag bukan sebagai tamu, melainkan sebagai keluarga.

Kesedihan warga nampak terlihat dari raut wajah mereka, bahkan tidak sedikit warga yang merasa terharu dan meneteskan air mata saat ke-21 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu tersebut pamit. Oleh sebab itu, disaat puluhan mahasiswa tersebut mengucapkan salam perpisahan, warga seakan tak menghendaki.

Meski cuaca sedang hujan deras, namun tidak menyurutkan niat anak-anak Desa Kaligondo mengikuti program pendidikan yang digelar oleh mahasiswa KKN
Meski cuaca sedang hujan deras, namun tidak menyurutkan niat anak-anak Desa Kaligondo mengikuti program pendidikan yang digelar oleh mahasiswa KKN

“Kami sangat merasa kehilangan. Karena mereka (Mahasiswa KKN, Red) sudah banyak merubah desa kami,” ungkap Maryati, sembari mengusap air matanya.

Bahkan, warga mengungkapkan rasa kesedihannya tersebut dengan berbondong-bondong datang ke Balai Desa Kaligondo untuk melepas kepergian puluhan mahasiswa kampus merah putih yang telah mengajarkan arti kebersamaan kepada buah hati mereka.

Ketua KKN Kelompok XXVII, Agung Firda Swastika, mengaku terharu dengan sambutan yang luar biasa dari warga Desa Kaligondo. Dia mengatakan, partisipasi masyarakat untuk ikut serta dalam program yang digagas oleh kelompoknya tersebut sangat baik.

“Kami bersyukur bisa KKN di desa ini (Desa Kaligondo, Red), banyak pelajaran dan pengalaman hidup yang berharga yang kami didapatkan dari sini. Pasti kami rindu dengan desa ini,” ungkap Agung.

Dia berjanji, bersama kelompoknya di lain waktu akan menyambangi Desa Kaligondo.

Sementara itu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Untag Banyuwangi, Winda Hurotul, menyampaikan terimakasih karena telah menerima dengan baik anak didiknya selama satu bulan ini.

Winda mengatakan, program KKN Untag dapat berlangsung dengan baik dan dan dapat menjalankan program dengan lancar, tidak lepas dari peran dan dukungan serta dari masyarakat setempat.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL Untag Banyuwangi, Winda Hurotul (kanan nomer dua) bersama Wandra (kanan nomer satu) salah seorang peserta KKN.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL Untag Banyuwangi, Winda Hurotul (krudung kuning) bersama Wandra (jas merah) salah seorang peserta KKN.

“Terimakasih kepada masyarakat Kaligondo yang sudah menyambut baik mahasiswa kami selama satu bulan ini. Kami juga meminta maaf atas segala kesalahan yang barangkali kurang berkenan di hati bapak, ibu semuanya,” pinta Winda.

Rasa kehilangan mahasiswa Untag yang telah menyelesaikan tugas KKN nampaknya juga dirasakan oleh Kepala Desa Kaligondo, Wasito. Dia mengatakan, selama ada mahasiswa KKN, program pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) untuk masyarakat di wilayahnya menjadi terbantu.

“Kami kira, mahasiswa Untag sudah berhasil mengejewantahkan peribahasa ‘Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung’. Karena di desa kami ini mereka bisa berbaur bersama masyarakat dengan sangat baik. Jangan lupakan Kaligondo dan masyarakatnya ya,” pesan Wasito dalam pidatonya.

Wasito berharap, semangat dalam pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti ketika melaksanakan KKN saja. Namun diluar tugas kuliah tersebut, Wasito menginginkan ada semangat upaya para mahasiswa untuk bersama membangun masyarakat demi terciptanya SDM yang cerdas, kreatif, berkarakter dan berbudaya.

“Terimakasih sudah ikut membangun Desa Kaligondo. Lanjutkan perjuangan kalian karena masa depan kalian masih panjang,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi setiap tahun selalu melaksanakan program KKN kepada mahasiswanya. Ini dilakukan sebagai penyelesaian tugas akhir pada semester VII.

Pada tahun 2017 ini, ada sebanyak 703 orang mahasiswa yang mengikuti program KKN. Mereka tersebar di 32 desa di tujuh kecamatan di Banyuwangi yakni, Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Glagah, Licin, Songgon, Genteng dan Sempu. Ratusan mahasiswa tersebut melakukan pengabdian hingga 5 Agustus 2017.

Rizki Restiawan

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY