Beranda News Kriminal Mencari Benur, Nelayan Tewas di Pantai Rowobendo Alas Purwo

Mencari Benur, Nelayan Tewas di Pantai Rowobendo Alas Purwo

1319
0
Jasad Sugeng Adi Prayitno dibawa keluarga untuk dimakamkan.

Tegaldlimo – Polsek Tegaldlimo, Banyuwangi, dibantu petugas jaga wana pos Rowo Bendo berhasil mengevakuasi jenazah seorang nelayan pencari benur di pantai Rowobendo Alas Purwo. Mayat itu diketahui bernama Sugeng Adi Prayitno asal Dusun Kawang, Desa Ringin Putih, Kecamatan Muncar.

Jenazah pria bernama Sugeng Adi Prayitno (50)  itu pertama kali ditemukan oleh para petugas Balai Taman Nasional Alas Purwo yang sedang melakukan patroli malam di pesisir pantai.

Saat itu kondisi mayat memang sudah berada di sekitar pesisir pantai Rowobendo. Seketika itu pihak petugas lantas menghubungi pihak Polsek Tegaldlimo. Tanpa pikir panjang, jajaran anggota polsek selanjutnya mendatangi lokasi kejadian.

Benar saja di lokasi itu ditemukan sesosok tubuh lelaki tak bernyawa yang diduga adalah seorang nelayan pencari benur. Karena, tak jauh dari lokasi kejadian terdapat perahu yang terbalik mengapun di pinggir pantai.

Kapolsek Tegaldlimo, Banyuwangi, Jawa Timur AKP Hery Purnomo mengatakan, pertama mendapat kabar penemuan mayat sekitar jam 00.15 WIB. Selanjutnya petugas melakukan evakuasi jenazah tersebut ke Polsek sekira jam 07.00 WIB pagi. “Kita bersama anggota langsung sisir TKP penemuan mayat tersebut,” terang kapolsek

Bersamaan dengan penemuan mayat tersebut petugas juga membawa serta peralatan yang dibawa korban saat sedang melakukan aktivitas. “Perahu dan barang bawaannya masih lengkap, mungkin masih belum lama tenggelam,” jelasnya

Dugaan sementara, Sugeng tewas karena perahu yang ditumpanginya terseret ombak dan terbalik. Korban yang tak mampu menyelamatkan diri, sehingga membuat dirinya terhempas gelombang lalu tenggelam. “Sehebat apapun orangnya, kalau gelombangnya besar kita tidak tahu selamat atau tidak,” imbuhnya

Sementara itu Muhamad Rudi salah satu anggota keluarganya mengatakan, Sugeng berangkat aktivitas ke laut sejak kemarin 16 maret 2016. Saat itu nelayan ini melakukan aktivitas sendirian dengan menggunakan kapal fiber miliknya. “Saat berangkat sendiri, biasanya hanya mencari ikan tapi nggak tau kalau mencari benur,” ungkapnya

Selanjutnya, petugas Identifikasi Polres Banyuwangi, Jawa Timur juga melakuan penyelidikan dengan memeriksa sidik jari korban. Namun, pihak keluarga yang telah mengetahui korban adalah salah anggota keluarganya, sehingga jasad langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk di makamkan. “Rencananya akan disucikan di Muncar lalu dimakamkan di Sendang Biru, Malang,” tutupnya.

Rindy Alvaro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here