Beranda News Jember Harga Pasir Semakin Tak Terjangkau, Pengusaha Batako Menjerit

Harga Pasir Semakin Tak Terjangkau, Pengusaha Batako Menjerit

755
0
Foto: Aktivitas sehari - hari Ainur Ridho membuat batako di Dusun Bulurejo, Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo.

Purwoharjo – Penutupan beberapa tambang galian C oleh pemkab Banyuwangi, membuat pengusaha batako asal Dusun Bulurejo, Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo meradang.

Menurut Ainur Ridho, 28, salah seorang pengusaha batako mengatakan, dampak penutupan beberapa tambang galian C membuat usaha batako miliknya merugi. Pasalnya, bahan baku pembuatan batako harganya melonjak cukup drastis. Ia mengaku saat ini kegiatan olah produksi batako jumlahnya dikurangi.

Sebelum pemkab menutup beberapa tambang, lanjutnya, dalam sehari dirinya mampu memproduksi batako hingga 200 unit. Namun setelah banyak tambang galian C ditutup seperti saat ini, dirinya hanya mampu membuat 75 unit saja dalam sehari.

“Dulu, harga satu dam truk pasir kisaran Rp 600 – 650 ribu, namun sekarang setelah banyak tambang ditutup harganya melejit hingga mencapai Rp 1 juta” pungkasnya kepada radiobintangtenggara.com. Sabtu (16/4)

Kondisi ini tentu membuat sejumlah pengusaha batako kian menjerit. Sebab, pasir merupakan bahan baku utama untuk membuat batako selain semen “kalau harga batakonya saya naikkan, pasti malah tidak ada yang beli mas” keluhnya.

Ainur Ridho bersama pengusaha batako lain di Kecamatan Purwoharjo berharap kepada pemerintah setempat, tambang galian C yang ditutup bisa kembali dibuka. Agar para pelaku bisnis batako seperti dirinya bisa kembali bernafas lega.

Reporter: Rizki Restiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here