Banyuwangi

Ibu Asal Srono yang Diduga Ditelantarkan Anak Kandungnya Ini Butuh Uluran Tangan

Srono – “Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah” mungkin kalimat itu benar adanya jika kita melihat kondisi Sumiati, 80, warga Dusun Krajan, RT 04 RW 01, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi.

Ia hidup sebatang kara tanpa ada keluarga yang menemani, suaminya Suripto sudah terlebih dahulu dipanggil sang maha kuasa 25 tahun silam. Sumiati mempunyai dua anak laki – laki yang masih sehat wal afiat dan semuanya sudah berumah tangga. Yang satu bernama Miswan ia mengadu nasib di Pulau Dewata Bali, sementara saudara kandung satunya bernama Sunoto, ia tinggal bersama sang istri tercinta di kawasan Banyuwangi kota.

Rumah Sumiati tampak dari depan

Rumah Sumiati tampak dari depan

Selayaknya seorang anak, seharusnya menghormati, membahagiakan dan merawat orangtuanya ketika usia sudah senja, terlebih ia adalah seorang Ibu yang dulu mengandung, melahirkan, menyusui, dan merawat hingga dewasa. Namun, sepertinya petuah itu tidak berlaku bagi kehidupan Sumiati.

Semenjak kesehatanya menurun, kedua anaknya sangat jarang bahkan hampir tidak pernah menyempatkan waktunya untuk menjenguk Sumiati. Penyakit pikun yang ia derita membuat kondisinya tambah memprihatinkan, keseharianya ia habiskan diatas dipan saja, tanpa ada sanak saudara yang mengurusnya.

Tubuhnya sangat kurus, balutan kulit keriputnya pun seakan tak bisa menutupi badannya yang kering kerontang, rambutnya yang dulu hitam kini sudah memutih karena termakan usia. Ia sudah tak mampu berjalan sama sekali, bahkan ketika buang air pun ia sudah tidak teratur dan disembarang tempat. Sesekali ia terdengar merintih sambil menangis memanggil anaknya yang tak kunjung pulang. Sampai terkadang warga melihat Sumiati terjatuh dari atas dipan yang selama ini setia menemaninya.

ASSSSebelum terbaring di tempat tidur seperti saat ini, Sumiati bekerja sebagai tukang pijat di lingkungan RT setempat. Penghasilanya, hanya mengandalkan panggilan dari warga sekitar yang membutuhkan jasa pijat dari tangan terampilnya. Tetapi setelah kesehatanya menurun, keadaan memaksanya untuk tidak lagi memijat.

Bukannya sehat, namun semakin lama kondisinya malah semakin buruk serta bertambah parah, ia tidak sanggup berjalan dan hanya terkulai lemas di tempat tidur. Kedua anaknya yang tak mau mengurus Sumiati, kemungkinan menambah beban fikirannya dan menjadikan ia semakin tidak semangat dalam menjalani cobaan hidup.

Menurut pengakuan Zaini, 60, Ketua RT setempat, kondisi yang dialami oleh warganya  tersebut sudah sejak dua tahun lalu. Zaini prihatin dengan keadaan Sumiati yang seperti itu. Ia tidak bisa berbuat banyak, hanya selama ini dirinya bersama tetangga lain secara bergantian memberikan bantuan kebutuhan makanan kepada Sumiati. Sebab kedua anaknya sudah jarang berkunjung dan memberikan uang kepada Sumiati

Zaini beserta warga lain berharap kepada pemerintah setempat agar memberikan bantuan kepada Sumiati, baik berupa pemeriksaaan kesehatan maupun bantuan kebutuhan lainya “Saya berharap semoga bisa cepat dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat agar segera diperiksa kesehatanya” katanya kepada radiobintangtenggara. Selasa (24/5)

Rizki Restiawan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top