Banyuwangi

Sambut Agustus, Buah Siwalan Tuban Serbu Banyuwangi

Rogojampi – Jika anda melewati jalan raya Rogojampi, sempatkan mampir di lapak dagangan buah siwalan milik Andre, 20 yang berlokasi di utara Koramil Rogojampi.

Pemuda asal Desa Tunak, Kecamatan Semanding, Kota Tuban ini berjualan buah siwalan sejak dua minggu lalu bersama tiga orang rekanya. Andre, mengaku setiap tahun ketika siwalan sedang musim berbuah selalu datang ke Banyuwangi. Selain potensi penjualannya cukup bagus, Andre sengaja datang ke Banyuwangi ini untuk menyambut HUT RI ke 71 yang katanya perayaan di ujung timur pulau jawa ini selalu meriah.

Peluang itulah yang membuat Andre dan rekan lainya berjualan ke Banyuwangi. “Dibandingkan daerah lain, disini (Banyuwangi, Red) penjualan bagus,” katanya kepada radio bintang tenggara. Minggu (7/8)

Andre tengah membungkus buah siwalan

Andre tengah membungkus buah siwalan

Buah yang tumbuh di kawasan pesisir pantai utara Tuban ini perbijinya dijual dengan harga Rp 6000 perbijinya, jika sudah dibungkus plastik harganya naik Rp 1000 menjadi Rp 7000. Sedangkan air nirah atau legennya dijual seharga Rp 8 ribu perbotol kemasan 1,5 Liter.

Kata Andre, sekali datang ke Banyuwangi, dirinya beserta rekan yang lain membawa 200 buah siwalan beserta 100 botol legen. Jika buah siwalan ini habis terjual, maka Andre akan kembali ke Tuban untuk mengambilnya dan dijual lagi ke Banyuwangi.

Menurutnya penjualan buah siwalan ini sangat tergantung dengan kondisi cuaca. Jika sedang cerah dirinya mampu menjual 30 buah dalam sehari, namun apabila cuaca hujan, maka penjualan turun drastis. “Kalau hujan hanya laku kadang 5 buah, bahkan kadang tidak laku sama sekali,” pungkasnya.

Rizki Restiawan

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top