Inilah motor milik Ali Mudhofar (kiri) dan Dodi Setiawan (kanan)

Seniman Stiker Banyuwangi Raih Juara Satu Modifikasi Nasional

Banyuwangi – Prestasi membanggakan kembali ditunjukkan oleh seniman stiker asal Kabupaten Banyuwangi, dalam Final Battle event Honda Modif Contest (HMC) yang digelar di La Piazaa Kelapa Gading Jakarta pada 17 – 18 September 2016, seniman stiker Banyuwangi berhasil meraih juara I tingkat Nasional dalam kategori Stikers and Decals.

Dia adalah Dodi Setiawan, 30, seniman stiker asal Desa Kebaman, Kecamatan Srono. Dodi merupakan satu dari dua orang wakil yang dikirimkan Jawa Timur untuk bertarung dalam even tahunan ini. Yang membuat lebih bangga lagi adalah satu wakil dari Jawa Timur lainya juga berasal dari Kabupaten Banyuwangi, bahkan satu kecamatan dengan Dodi, dia adalah Ali Mudofar, 26. Namun nasib Ali nampaknya tidak seberuntung Dodi, karena dalam final battle tersebut hanya diambil juara pertama saja.

“Saya lolos dari kontes yang diadakan di Malang pada 27-28 Agustus, sedangkan Ali Mudhofar¬†di Surabaya pada Minggu 23-24 Juli,” kata Dodi saat dikonfirmasi radio bintang tenggara melalui telepon selulernya, Senin (19/9).

Karya seni putra asli Blambangan tersebut berhasil memikat hati juri dan mencuri perhatian mata penonton dengan menghadirkan karya seni stiker yang berbeda dari peserta lainnya. Dodi bersama tim yang tergabung dalam Community Bakul Keletan (CBK) Banyuwangi ini, mengambil tema “Banyuwangi Tourism” dan “Festival Banyuwangi” dalam stiker garapannya.

windroye-screenshot-1474383376

Terbukti, karya Dodi dinilai oleh juri sebagai yang terbaik dalam kategorinya. Baik dalam segi kreativitas, tingkat kerumitan, kerapian maupun akulturasi warna yang disajikan. Selain itu, syarat wajib yang dinilai oleh juri seperti uji coba kelayakan kendaraan di jalan sejauh 300 meter juga sudah dijalankan dengan baik oleh Dodi.

Sekedar diketahui, pada event HMC 2016 dibuka 14 kelas untuk mewadahi kreativitas para modifikator Tanah Air. 11 kelas untuk motor tahun produksi di atas 2006 (Matic Stock/Bolt On, Scoopy Stock/Bolt On, Matic Advance, Sport Fairing, Sport Naked, Matic Racing Style, Cub and Sport Racing Style, Airbrush Graphic, Airbrush Realist/Cartoon, Stikers and Decals, serta Free For all), dan 3 kelas untuk motor tahun produksi di bawah 2006 (Choppy Cub, Cafe Racer & Bratstyle dan Free For All).

Sementara Nur Wahid, 27, salah satu pengurus Community Bakul Keletan (CBK) Banyuwangi, mengatakan, dengan diraihnya juara pertama pada kontes nasional ini semoga membuat seniman stiker Banyuwangi lebih baik lagi dalam berkarya. Pasalnya, saat ini stiker garapan dari kota Gandrung sudah menjadi  kiblat dan jujugan bagi para seniman stiker lain diberbagai penjuru Nusantara untuk menimba ilmu. Mulai dari Jember, Lumajang, Kediri, Surabaya, Lampung hingga Kalimantan, sudah mengakui bahwa karya dari Banyuwangi sangat indah dan menarik.

“Harapan kami tetap sama, yakni Pemkab Banyuwangi dapat memberikan ruang kepada seniman stiker, agar kami dapat berkarya,” pungkasnya.

Rizki Restiawan

About Rima Indah

Check Also

KAI Daop 9 Jember ‘Jangan Berada di Jalur kereta api, Berbahaya!’

BINTANG TENGGARA – Pada pukul 03.40 WIB masinis kereta api Wijayakusuma relasi Cilacap – Jember …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *