Beranda News Jember Dikira Minuman Kemasan, Siswa SD di Kencong Minum Pewangi Pakaian

Dikira Minuman Kemasan, Siswa SD di Kencong Minum Pewangi Pakaian

675
0
rupanya cukup Imron Wahyudi siswa SDN 4 Kamaran, Kencong, yang terkecoh saat membeli minuman kemasan sehingga harus menjalani perawatan intensif di Puskesmas Kencong. Jum'at, (11/08) (Foto. Supianik)

Radiobintangtenggara, JEMBER – Banyaknya varian minuman kemasan yang beredar dipasaran saat ini, rupanya cukup mengecoh salah satu siswa SDN 4 Kamaran, Kencong, bernama Imron Wahyudi. Jumat, (11/09)

Anak berumur 11 tahun tersebut harus dilarikan ke Puskesmas tedekat setelah dilaporkan nyaris meninggal akibat keracunan minuman.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) kencong, AKP Saidi, mengatakan, awal kasus keracunan bermula saat seusai mengikuti kegiatan gerak jalan yang diadakan pihak sekolah.

“Korban bersama empat rekannya mendatangi sebuah toko yang berjarak tak jauh dari sekolah untuk membeli minuman,” katanya.

Baca Juga. Satu Keluarga di Jember Tersambar Kereta Api, Dua Tewas Satu Lainnya Luka Berat

Sesampainya di lokasi, lanjut Saidi, korban melihat cairan dalam kemasan botol berwarna menarik dan langsung mengambil serta meminumnya.

Tak disangka, ternyata cairan tersebut adalah pewangi pakaian yang biasa ditambahkan pada pakaian saat dicuci. Menurut Saidi, akibat kejadian tersebut korban langsung mengalmi gejala keracunan.

“Ia sampai muntah-muntah bahkan sempat tidak sadarkan diri,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, guna menyelamatkan nyawanya, korban segera dilarikan ke Puskesmas Kencong untuk mendapatkan pengobatan.

Baca Juga. Jelang Idul Adha Harga Daging Sapi di Sejumlah Pasar Tradisional di Jember Stabil

Hingga berita ini ditulis kondisi korban dilaporkan sudah berangsur membaik. Saidi menambahkan hingga kini pihaknya sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Kepolisian sektor Kencong pun telah membawa sample cairan yang diminum korban untuk diperiksa kandungannya di laboratorium guna pengusutan lebih lanjut.

“Sejauh ini, belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus tersebut,” katanya.

SUPIANIK

LEAVE A REPLY