Beranda News Jember Kabupaten Jember Miliki Tujuh Titik Daerah Rawan Bencana di Lereng Gunung Argopuro

Kabupaten Jember Miliki Tujuh Titik Daerah Rawan Bencana di Lereng Gunung Argopuro

63
0
Koordinator Relawan Bencana Kabupaten Jember, Deni Prasetya saat di konfirmasi terkait Tujuh titik rawan bencana di Jember. (Foto. Supianik)

Radiobintangtenggara.com, – JEMBER – Bencana longsor yang terjadi di Desa Jambesari,  Kecamatan Sumberbaru pada Senin 16 Oktober 2017 lalu, telah menewaskan 3 orang yang merupakan satu anggota keluarga. Meski demkian Kecamatan Sumberbaru ternyata bukan satu-satunya daerah yang masuk dalam peta daerah rawan bencana.

Koordinator Relawan Bencana Kabupaten Jember, Deni Prasetya menerangkan, berdasarkan pemetaan data yang diperoleh dari citra satelit, ada tujuh wilayah kecamatan di dilereng Gunung Argoporo yang memiliki kerawanan tinggi terjadi bencana longsor dan banjir bandang.

“Tujuh kecamatan tersebut adalah kecamatan Sumberbaru, Tanggul, Bangsalsari, Panti, Sukorambi, Arjasa, Jelbuk dan Patrang,” katanya.

Baca Juga. Dihimbau Mengungsi, Warga Terdampak Longsor di Jember Enggan Tinggalkan Rumah

Menurut Dani, ditujuh wilayah kecamatan tersebut jika terjadi bencana, tidak hanya berpotensi merusak kawasan pertanian dan pekerbunan milik masyarakat.

Nnamun juga dikhawatirkan menimbulkan korban jiwa karna dibeberapa wilayah merupakan kawasan pemukiman penduduk. Untuk itu, komunitas Relawan Kabupaten Jember bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, TNI dan Polri melakukan sejumlah upaya sosialisasi kepada masyarakat.

Seperti dengan memberikan penyuluhan tentang bagaimana menjadi masyarakat sadar bencana yang selalu siaga saat bencana terjadi, juga menempelkan sejumlah banner dan penunjuk arah evakuasi didaerah-daerah rawan bencana.

“Hal ini dilakukan guna menyadarkan warga akan dampak bencana,” ujarnya.

Baca Juga. Tiga Korban Longsor Di Sumberbaru Jember, Hingga Selasa Sore Belum Ditemukan

Selain upaya tersebut, Deni juga berharap dukungan masyarakat agar membantu keluarga yang tinggal didaerah rawan saat dibutuhkan untuk dilakukan relokasi.

Pasalnya banyak terjadi masyarakat sangat sulit saat diminta untuk pindah meskipun itu dilakukan demi menyelamatkan jiwa mereka.

SUPIANIK

LEAVE A REPLY