Jember

Pecahkan Rekor MURI, Petani Jagung di Jember bakar 60 Ribu Jagung

Radiobintangtenggara.com, JEMBER – Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Jember, Minggu pagi melakukan kegiatan bakar jagung massal. Tak tanggung-tanggung pada acara yang digelar di lapangan Desa Kemuningsari, Kecamatan Jenggawah Jember.

Tercatat sebanyak 60 ribu jagung dibakar secara bersama-sama dalam acara yang sekaligus untuk mencatatkan rekor bakar jagung terbanyak di Museum Rekor Indonesia (MURI) .

Koordinator Gempita Ali Murtladho, mengatakan, selain untuk memecahkan rekor MURI, bakar jagung massal yang dilakukan ini juga sebagai wujud syukur atas  melimpahnya produksi jagung di Kabupaten Jember.

Baca Juga. Khofifah Belum Putuskan Bakal Calon Wakil Gubernur yang Dampinginya

Menurutnya, tanaman jagung sangat  potensial. Dari 15 kilogram benih yang dibutuhkan untuk satu hektar lahan, mampu menghasilkan 10 hingga 15 ton tongkol jagung.

Gempita yang dipercaya  ikut berperan dalam program ketahanan pangan. “Saat ini mampu menanam jagung diarea seluas 5 ribu hektar dan menghasilkan tak kurang dari  300 ribu ton jagung pipil,” katanya.

Ali berharap, dengan pemecahan rekor MURI bakar jagung ini, diharapkan mampu membangkitkan semangat pemuda di Jember untuk menjadi petani.

Baca Juga. Peringati Hari Santri, Ribuan Santri di Jember Gelar Kirab dan Festival

Pasalnya Petani yang ada saat ini rata-rata berusia diatas 50 tahun keatas, sehinga dikhawatirkan tidak akan ada generasi penerus yang terjun kesektor pertanian dan kedaulatan pangan tidak akan bisa terwujud.

Padahal, Ali menerangkan, jika mau digarap dengan serius sektor pertanian cukup menjanjikan masa depan yang cerah. Pemuda harus membuang jauh fikiran menyepelekan pekerjaan petani.

“Mengingat sudah waktunya pemuda kembali menjadi petani yang dapat mendatangkan kekayaan dan kewibawaannya,” ujar Ali.

Baca Juga. Pondok Pesantren 500 Orang Santri di Jember, Akan Miliki Pustren

Sementara itu Bupati Jember, Faida yang hadir dalam acara tersebut, mengaku akan menindak lanjuti kegiatan itu dengan program menggerakkan UMKM yang produknya berbahan baku jagung.

“Hal ini untuk memperluas akses pasar tanaman jagung yang sangat potensial dibudidayakan di Kabupaten Jember,” katanya.

SUPIANIK

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top