Beranda News Banyuwangi Peringatan Hari Pers, Bupati Banyuwangi Sampaikan Pengembangan Smart Kampung di Banyuwangi

Peringatan Hari Pers, Bupati Banyuwangi Sampaikan Pengembangan Smart Kampung di Banyuwangi

31
0
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam dialog bersama sejumlah tokoh dalam rangkaian Hari Pers Nasional di Padang. (Foto. Repro)

Radiobintangtenggara.com, PADANG – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membahas pengembangan smart kampung (desa cerdas) di daerahnya dalam dialog bersama sejumlah tokoh dalam rangkaian Hari Pers Nasional di Padang,

Tokoh yang hadir antara lain Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Menteri Desa PDTT Eko Sandjojo, Wagub Sumatera Barat Nasrul Abit, dan Ketua Komite I DPD Ahmad Muqowam. Diskusi juga diikuti jajaran pemerintahan se-Sumbar.

Bupati Anas mengatakan, kunci pembangunan nasional berada di desa, maka sangat tepat strategi pembangunan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla yang fokus ke perdesaan melalui dana desa dan program padat karya untuk mengintensifkan peredaran uang di desa.

Baca Juga. Hadapi Pilkada serentak 2018, Bupati Lumajang Lantik 7617 personil Satlinmas di 205 Desa

Menurut Anas, yang dikembangkan di Banyuwangi adalah program ”Smart Kampung” dengan tujuh kriteria. Di antaranya pelayanan publik berbasis teknologi informasi.

“Saat ini, sudah 130 desa teraliri internet berbasis serat optik dari 189 desa,” katanya.

Berkat TI, lanjut Anas, pelayanan publik lebih cepat dilakukan di desa. Hampir seluruh dokumen yang dulu mensyaratkan perizinan tingkat kecamatan, kini bisa dilakukan di desa. Termasuk dokumen untuk akses total layanan kesehatan bagi warga miskin.

Selain pelayanan publik, ”smart kampung” mensyaratkan agenda lain. Pendidikan, misalnya, dengan kursus bahasa asing gratis yang tiap tahun dinikmati 2.600 warga desa.

Baca Juga. Tekan Angka Kecelakaan di Kalangan Pelajar, Bumi Suksesindo Luncurkan Bus Sekolah Gratis

Anas Menambahkan Banyuwangi juga mengintegrasikan program Gerakan Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh) dengan desa.

Ada tabungan ribuan pelajar desa Rp 1 juta per siswa, serta bantuan uang saku tiap hari dan biaya transportasi yang difokuskan di desa-desa.

“UNtuk awal program ini, di fokuskan pada empat kecamatan dengan potensi kemiskinan tinggi.” ujarnya.

Rendra Prasetyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here