Beranda News Banyuwangi Gelar Lomba Foto, Banyuwangi Promosikan Tradisi

Gelar Lomba Foto, Banyuwangi Promosikan Tradisi

92
0
Puluhan fotografer sebelum melakukan hunting obyek foto di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi lokasi digelarnya lomba foto. (Foto. Repro)

Radiobintangtenggara.com, BANYUWANGI – Sebuah foto menimbulkan sejuta arti. Lewat foto pulalah,  keindahan alam dan kekayaan seni budaya di suatu daerah bisa terejawantahkan. Guna mempromosikan tradisi dan keindahan alamnya, Banyuwangi menggelar lomba foto bertajuk  Banyuwangi Race Photo Competition (BRPC) pada tanggal 10 hingga 11 Maret 2018.

Menurut Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda, lomba foto BRPC ini  merupakan cara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk mengenalkan  kekayaan seni budaya suku Osing di Banyuwangi.

“Tentunya peserta bakal banyak belajar dan menemukan hal menarik, mulai dari ciri khas rumah adat Osing,” katanya.

Dengan begitu, imbuhnya, potensi pariwisata di Banyuwangi akan lebih dikenal lewat karya dokumentasi. Sehingga target wisatawan di Banyuwangi terus meningkat.

Ajang yang digelar di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi itu unik dan penuh tantangan. Hal tersebut  lantaran para pesertanya baru akan mengetahui temanya pada saat hari pelaksanaan. Dan mereka langsung hunting obyek foto saat itu juga.

“Mulanya peserta kami kumpulkan di Desa Kemiren. Nah, peserta yang sudah siap untuk mencari moment foto ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia BRP, Budi Chandra menambahkan, lomba ini terbuka untuk kategori pelajar mulai tingkat SD-SMA dan peserta kategori umum. Sejak  pendaftarannya dibuka pada  awal Februari hingga 8 Maret 2018, kini peserta telah mencapai lebih dari 100 orang.

“Saat ini sudah ada 150 pendaftar. Mereka tak hanya berasal dari Banyuwangi saja, tapi juga beberapa daerah lain di Indonesia,” katanya.

Pada hari pertama, workshop fotografi akan digelar  di pendapa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Materi workshop fotografi untuk kalangan pelajar akan disajikan oleh fotografer penyandang disabilitas, Zulkarnain, dan ahli di bidang landscape, Eko Sumartopo.

Sedangkan materi untuk peserta umum dibawakan oleh fotografer senior Mario Blanco. Di hari kedua, peserta akan full diterjunkan untuk hunting  foto.

Biasanya, lanjut Budi, lomba foto berkonsep race competition  seringkali digelar di area perkotaan. Namun di Banyuwangi yang ingin disuguhkan adalah suasana di desa.

“Suasana pedesaan yang kita punya, ditambah lagi dengan kekayaan seni budaya di dalamnya sangat,” ujarnya.

Event itu digelar untuk pertama kalinya di Banyuwangi.  Peserta akan memperebutkan Trophy Bupati Banyuwangi dan total hadiah hingga Rp 43 juta.

WIDHI NURMAHMUDY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here