Beranda News Banyuwangi Kurang dari 2 Jam, Kepolisian Tangkap Pelaku Percobaan Pembunuhan Terhadap Lurah Penataban

Kurang dari 2 Jam, Kepolisian Tangkap Pelaku Percobaan Pembunuhan Terhadap Lurah Penataban

19
0
Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman

Radiobintangtenggara.com, Banyuwangi – Kepolisian berhasil menangkap pelaku penganiayaan dan percobaan pembunuhan terhadap Lurah Penataban Kecamatan Giri Banyuwangi, dalam rentan waktu tidak sampai 2 jam setelah kejadian.

Tersangka yang disebut sebut sebagai pelaku diketahui bernama Agus Siswanto (40) tercatat warga Desa Sumber Beras Kecamatan Muncar Banyuwangi, yang selama ini mengaku sebagai oknum LSM.

Dia ditangkap di rumahnya setelah melakukan aksi penganiayaan dan percobaan pembunuhan terhadap Lurah Penataban, Wilujeng Esti Utami pada Selasa malam (31/7).

Tubuh Wilujeng di temukan warga mengambang di aliran sungai Sere di Dusun Sendangrejo RT 02 RW 02 Desa Kebondalem Kecamatan Bangorejo Banyuwangi sekira pukul 23.00 Wib, dengan kondisi kedua kaki dan tangannya terikat serta kepalanya ditutup tas plastic hitam. Sementara pada kepala dan beberapa bagian tubuh korban terdapat luka leban akibat pukulan benda tumpul.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman dalam keterangan pers nya, Rabu (1/8) mengatakan, menurut pengakuan korban, dirinya sempat di pukul oleh pelaku dengan menggunakan palu dan pistol mainan hingga tidak sadarkan diri. Selanjutnya, pelaku membuang tubuh korban di sungai tersebut karena di duga sudah meninggal dunia.

“Pengkapan pelaku ini berdasarkan pada beberapa barang bukti dan keterangan saksi yang mendukung aksinya,” tutur Kapolres.

Seperti, mobil Hyundai Silver yang di gunakan menjemput korban saat di Kantor Kelurahan Penataban pada Selasa siang (31/7) sekira pukul 12.30 Wib. Dan itu di akui oleh pembantu rumah tersangka, bahwa juragannya memang memiliki mobil Hyundai Silver.

“Selain itu, sejumlah staf kantor kelurahan juga membenarkan jika korban di jemput menggunakan mobil itu,” imbuhnya.

Menurut Kapolres, kepolisian masih mengamankan 1 tersangka yang di duga kuat sebagai pelaku tunggal. Sementara, oknum wartawan berinisial SJ yang di sebut sebut juga terlibat hingga kini masih dalam penyidikan kepolisian.

Pasalnya, dari keterangan korban, saat itu tersangka seorang diri menjemputnya di kantor kelurahan karena untuk menghantarkan uang senilai Rp 60 juta yang diakui akan di pinjam oleh Gus Makki, yang ada di Pondok Pesantren Blok Agung Kecamatan Tegalsari.

“Dan foto orang yang disebut Gus Makki tersebut ditunjukkan kepada korban, yang ternyata adalah foto oknum wartawan berinisial SJ itu,” papar Kapolres.

Oleh karena itulah, Kapolres mengaku terus melakukan pengembangan penyidikan mengenai kemungkinan adanya keterlibatan SJ dalam kasus ini.

Bahkan, Kapolres juga telah mengkonfirmasi pada Gus Makki yang merupakan Ketua PCNU Banyuwangi mengenai kasus ini, dan hal itu di bantah karena Gus Makki mengaku tidak mengenal baik korban maupun pelaku.

“Motif kasus ini adalah karena tersangka ingin merampas dan menguasai uang Rp 60 juta rupiah yang di bawa oleh korban,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, setelah berada berdua di dalam mobil bersama tersangka, korban pun diajak ke arah Banyuwangi selatan dengan alasan untuk menemui Gus Makki yang akan meminjam uang tersebut. Namun rupanya, malah di ajak keliling hingga ke kawasan Gunung Gumitir perbatasan Kabupaten Jember, lalu berbelok lagi ke timur hingga di tengah jalan korban di aniaya oleh tersangka.

Mendapati korban tidak berdaya, tubuhnya di buang ke sungai tersebut. Selanjutnya, tersangka membawa kabur uang tunai senilai Rp 60 juta milik korban yang terbungkus kertas coklat.

“Uang itu di temukan kepolisian di rumah pembantu tersangka di kawasan Kecamatan Srono,” pungkas Kapolres.

Sementara untuk tas ransel korban di buang di area Kecamatan Tegalsari, sedangkan mobil Hyundai tersangka di temukan di rumah temannya di Kecamatan Bangorejo.

MUHAJIR EFENDI

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here