Beranda News Situbondo Ketua PW NU Jatim Sebut Pembentukan NKRI Mengikuti Ajaran Nabi Muhammad

Ketua PW NU Jatim Sebut Pembentukan NKRI Mengikuti Ajaran Nabi Muhammad

4
0
Ketua PW NU Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar, menjadi penceramah peringatan Maulid Nabi Muhammad, di Pondok Pesantren Sukorejo (20/11) (foto: Zaini Zain)

Radiobintangtenggara.com, Situbondo – Ketua PW NU Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar, menjadi penceramah peringatan Maulid Nabi Muhammad, di Pondok Pesantren Sukorejo, Selasa (20/11) kemarin. Kiai Marzuki mengaku bahwa pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), telah mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW.

Menurut KH. Marzuki Mustamar, mendirikan negara harus melindungi semua golongan, sama seperti Nabi Muhammad saat mendirikan negara Madinah. Nabi melindungi warga Madinah baik Muslim maupun Non Muslim.

Di Indonesia,  meski mayoritas penduduknya Muslim, namun bukan jadi negara islam melainkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Oleh karena itu, Indonesia jadi negara paling aman di dunia, dengan jumlah penduduknya mayoritas beragama Islam.

Kiai Marzuki Mustamar menambahkan, saat ini jumlah warga muslim Indonesia sebantak 225 juta orang. Dari hasil survey menyebutkan, dari jumlah tersebut sekitar 90 persen lebih setuju peringatan Maulid Nabi. Mayoritas muslim Indonesia juga setuju tahlilan. Dengan demikian kata Kiai Marzuki, bahwa mayoritas penduduk Muslim Indonesia adalah  warga NU.

Kiai Marzuki Mustamar menambahkan, bersama NU yang selalu memegang teguh ajaran ahlussunnah wal jamaah Indonesia akan aman. Saat ini kata Kiai Marzuki, Indonesia memililiki sekitar setengah juta Masjid. Sedangkan jumlah Pesantren NU di Indonesia mencapai 30 ribu lembaga.

Lebih jauh KH. Marzuki Mustamar menegaskan, NU akan berada di garda terdepan membela NKRI, karena membela agama dan negara tersebut wajib hukumnya. Karena itu, Pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan resolusi jihad, agar warga berjuang mengusir penjajah.

ZAINI ZAIN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here