Beranda News Jember Bentuk Kekecewaan, Masyarakat Jember Menggelar Aksi Tertawa Bersama

Bentuk Kekecewaan, Masyarakat Jember Menggelar Aksi Tertawa Bersama

22
Sejumlah masyarakat yang kecewa, menggelar aksi Tertawa Bersama di gedung DPRD Jember. (Foto. Supianik)

Radiobintangtenggara.com, JEMBER – Merasa kecewa dengan kinerja Bupati Jember Faida, sejumlah masyarakat menggelar aksi Tertawa Bersama digedung DPRD Jember Jawa Timur.

Koordinator aksi Tertawa Bersama Kustiono, menjelaskan kondisi Kabupaten Jember dibawah pimpinan Bupati Faida dinilai layak untuk ditertawakan. Selain itu aksi tertawa ini juga kritik kepada DPRD Jember yang dinilai tidak dapat menjalankan fungsi check and balance terhadap eksekutif.

“Terlebih paska mantan ketua DPRD Jember ditetapkan sebagai terpidana, fungsi pengawasan yang melekat pada badan legislatif seolah sirna,” katanya.

Menurut Kustiono kondisi ini membuat kepemimpinan Bupati Faida semakin merajalela dan tanpa ada kontrol dari badan legislatif. Contoh kecilnya ketika banyak jalan rusak di Jember, semua bergantung pada eksekutif.

Kustiono menegaskan, sistem pemerintahan daerah seharusnya jangan dibuat seperti sistem kerajaan. Sehingga tidak semuanya menunggu sang Ratu. Kalau dalam konteks pemerintahan daerah di Indonesia  ketika eksekutif tidak bertindak cepat, maka legislatif yang harus turun untuk mendorong dan mengawasi agar eksekuti bertindak cepat.

Hal senada disampaikan peserta aksi lain, Sudarsono. Menurutnya konsisi Pemerintah Daerah Kabupaten  Jember tidak sehat dari beberapa aspek. Pertama banyak Pelaksana tugas (Plt) yang memimpin instansi-instansi dilingkup pemerintah Kabupaten Jember.

Kedua Munculnya kongres-kongres yang diadakan oleh eksekutif  namun secara manfaat tidak mendatangkan keuntungan secara langsung bagi masyarakat Jember. Ketiga  anomali  anggaran makan dan minum untuk pemerintahan daerah dalam APBD tahun anggaran 2018 Jember yang nilainya begitu fantasitis  melebihi Rp.10 Miliar.

Lebih dari itu, baru-baru ini Bupati jelas mengkampanyekan suaminya yang notabene sebagai calon anggota legislatif dari daerah pemilihan Jember dan lumajang saat jam dinas bahkan didepan kepala desa se-Jember.

“Celakanya hal tersebut dinilai oleh pihak berwenang tidak masuk dalam kategori pelanggaran pemilu,” ujarnya.

Maka dari itu, ia dan sejumlah warga lainnya hari ini hanya bisa tertawa melihat kejanggalan-kejanggalan dalam pemerintahan di Kabupaten Jember ini. Sementara itu dari pantauan di lapangan, dari awal acara itu dilangsungkan hingga berakhir, tidak satupun anggota dewan terlihat hadir di gedung DPRD Jember.

SUPIANIK 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here