Beranda News Jember Bentuk Toleransi Beragama, Klenteng dan Masjid Berdampingan

Bentuk Toleransi Beragama, Klenteng dan Masjid Berdampingan

46
0
Masjid Al Barokah dan Klenteng Pay Lien San di Desa Glagahwero, Kecamatan Panti Jember. (Foto. Supianik)

Radiobintangtenggara.com, JEMBER – Letak Masjid Al Barokah di Dusun Karangasem, Desa Glagahwero, Kecamatan Panti Kabupaten Jember hanya berjarak sekitar 10 meter dari Klenteng atau Vihara Pay Lien San. Lokasi kedua tempat ibadah yang berhadap-hadapan ini, membuat siapapun yang melintas diwilayah tersebut mengapresiasi kerukunan antar umat beragama yang tercipta.

Seperti dalam perayaan tahun baru imlek kali ini, warga etnis Tionghoa di Vihara pay Lien San mendatangi Vihara untuk berdoa. Warga sekitar terlihat sama sekali tidak terganggu dengan kegiatan peribadatan warga Tionghoa itu. Begitupun, ketika warga muslim melaksanakan ibadah di masjid Al Barokah, mereka mengaku kenyamanan mereka saat beribadah tidak terusik sedikitpun.

Ketua RT Dusun Karangasem, Hasan menyatakan, warga setempat menyadari kerukunan umat beragama di wilayah tersebut harus dijaga. “Karena keberadaan Klenteng memang sudah ada jauh sebelum Masjid Al Barokah di bangun,” katanya.

Sebagai takmir masjid, Hasan menerangkan, meskipun berbeda keyakinan setiap kegiatan keagamaan yang dilakukan kedua belah pihak tidak pernah ada gangguan, bahkan saling menghormati.

Hasan mencontohkan, pihak Klenteng seringkali melibatkan warga setempat untuk membantu melakukan penjagaan saat ada kegiatan keagamaan di klenteng. “Sebaliknya, pihak klenteng juga kerap membagikan bingkisan kepada warga sekitar, seperti yang dilakukan saat tahun baru imlek maupun di bulan Ramadhan,” ujarnya.

SUPIANIK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here