Beranda News Banyuwangi Lembaga Milik Bos Walmart Pacu Kapasitas Petambak Udang Banyuwangi

Lembaga Milik Bos Walmart Pacu Kapasitas Petambak Udang Banyuwangi

25
0
Bupati Anas Menerima Kunjungan dari Direktur Program Walton Foundation Barry Gold. (Foto : MuhajirEfendi/RBT)

Radiobintangtenggara.com, BANYUWANGI – Institusi filantropi asal Amerika Serikat, Walton Family Foundation, mengucurkan dana pengelolaan tambak udang di Banyuwangi. Untuk itu, mereka mengunjungi kabupaten berjuluk The Sunrise of Java tersebut.

Direktur Program Walton Foundation Barry Gold mengatakan, pihaknya akan meningkatkan kapasitas petani tambak udang lewat pengelolaan tambak yang berkelanjutan.

“Kita mencari tempat yang concern memproduksi pertambakan udang secara lestari dengan baik. Seperti Banyuwangi salah satunya. Untuk itu kami datang untuk membantu lebih lanjut,” kata Barry.

Program kolaborasi ini berlangsung mulai April 2019 hingga akhir 2020. Walton Family Foundation bakal menggandeng sejumlah institusi untuk menjalankan programnya, antara lain Conservation International, WWF Indonesia, The Nature Conservancy Indonesia.

“Kita mendanai untuk membantu petambak udang mengembangkan produktivitas secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kapasitas petambak untuk bisa memegang kendali rantai dagangnya. Kami juga menggandeng Pemkab Banyuwangi untuk program ini,” kata Barry saat ditemui journalis radiobintangtenggara.com.

Walton Family Foundation sendiri adalah yayasan yang didirikan Keluarga Walton, pendiri jaringan supermarket terbesar di dunia, Walmart. Pada 2018, yayasan ini mengeluarkan lebih dari sekitar Rp 8,5 triliun hibah untuk menjalankan misi mereka, termasuk program perikanan lestari di berbagai negara.

Program Officer Environment Walton Foundation, Heather D’Agnes, mengatakan, program ini dilakukan dengan melihat keseluruhan lansekap tambak di Banyuwangi agar bisa menentukan sistem yang tepat untuk dikembangkan. Mereka melihat praktik pengelolaan tambak, baik oleh petambak skala besar maupun kecil.

“Isu kita bukan tambak per tambak, tapi kami melihat lansekap keseluruhan. Komponen apa yang perlu ditingkatkan, apakah kualitas penjagaan lingkungan, pencegahan penyakit, atau kapasitas petambaknya. Kira-kira mekanisme apa yang perlu kami dukung, termasuk pembiayaannya,” kata Heather.

Luas perikanan tambak udang Banyuwangi 1.384 hektare, dengan produksi mencapai 19.700 ton. Dari angka tersebut, 19.200 ton diekspor untuk memenuhi pasar Eropa.

Fitrian Ardiansyah dari Yayasan Inisiatif Dagang Hijau, salah satu NGO yang digandeng Walton Family, menambahkan, target dari program ini adalah pengelolaan tambak yang tidak mengeluarkan polusi. Polusi yang bisa dikontrol dengan baik akan mengurangi risiko penyakit udang sehingga memicu produktivitas.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut baik program tersebut.

“Kami yakin, program ini akan bisa meningkatkan produksi udang dari lahan yang sudah ada, tanpa harus menambah lahan. Sekaligus mereduksi  polusi,” kata Anas.

Anas berharap dengan pengelolaan yang baik, tambak udang bisa menjadi alternatif wisata edukasi.

“Mereka sangat mendukung kami yang ingin mengembangkan wisata edukasi perikanan di kawasan tambak. Seperti tambak-tambak di Hawai bisa menjadi wisata edukasi,” ujarnya. (*)

Muhajir Efendi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here