Beranda News Jember Sikapi Pernyataan Bupati, Format Gelar Aksi Tahlilan di Gedung DPRD Jember

Sikapi Pernyataan Bupati, Format Gelar Aksi Tahlilan di Gedung DPRD Jember

10
0
Kegiatan Tahlilan yang digelar Format di gedung DPRD Jember (Foto : Istimewa/RBT)

Radiobintangtenggara.com, Jember – Pernyataan Bupati Jember Faida yang dinilai menyudutkan Anggota DPRD mengundang reaksi masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat berkampanye untuk suaminya di Padukuhan Rowo Barat, Desa Gambiran, Kecamatan Kalisat pada (4/4/2019) lalu.

Kamis (11/4/2019) masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Tertindas (Format) menggelar Tahlilan di depan gedung DPRD Jember. Ini dilakukan sebagai simbol matinya sikap kritis DPRD Jember karena minimnya reaksi atas pernyataan Bupati.

Sebelumnya saat mengkampanyekan suaminya, Faida menyatakan dirinya tidak mau menyogok 50 orang anggota dewan. Menurut Faida hal itulah yang membuat proses pengesahan APBD selalu berjalan geriduh.

Koordinator Aksi,  Kustiono menyatakan, dari pernyataan tersebut Bupati dinilai telah membangun ketidakpercayaan kepada masyarakat terhadap anggota dewan.

Apalagi dalam pernyataanya Bupati tidak menyebut oknum, namun langsung memukul rata ke-50 anggota dewan sebagai orang yang doyan disuap, dan hanya bisa membuat gaduh.

Kustiono menegaskan, Bupati lupa akan hakikat Parlement. Menurutnya Sudah sewajarnya jika parlemen tidak bersikap mesra dengan eksekutif. Karena memang sesuai amanat konstitusi, salah satu fungsi legislatif adalah melakukan pengawasan terhadap eksekutif.

Lebih dari itu Kustiono menyatakan pernyataan Faida juga bisa berdampak deligitimasi terhadap Pemilu  yang tinggal beberapa hari lagi.

Karena ketika Faida membangun ketidak percayaan terhadap legislatif, secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap angka golput, akibat masyarat yang tidak lagi percaya dengan wakil rakyatnya.

Kustiono menambahkan, dirinya akan segera melaporkan kepada pihak kepolisian terkait pernyataan Bupati Jember tersebut. Selain itu dirinya juga akan melaporkan Bupati Faida ke pihak Bawaslu, karena dinilai telah mendeligitimasi Pemilu.

Muhajir Efendi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here