Beranda News Banyuwangi Gara Gara Beli Martabak, Motor Warga Purwoharjo Tertukar

Gara Gara Beli Martabak, Motor Warga Purwoharjo Tertukar

971
0
Kedua pemilik tukar motor di Studio Radio Bintang Tenggara (Foto : RizkiRestiawan/RBT)

Gambiran – Gara-gara beli jajanan martabak, dua unit motor Honda Beat milik warga Banyuwangi, Jawa Timur, tertukar. Diduga pengendara lupa jika itu adalah motornya.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Kecamatan Bangorejo, pada Selasa (14/5/2019) malam. Diketahui motor Honda Beat nopol P 4282 WB, milik S. Tri Andarwati, warga Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo tersebut hilang saat membeli martabak.

Tanpa diduga kendaraan yang dipakai oleh Tri bersandingan dengan motor Honda Beat nopol P 6428 YO kepunyaan Malik, warga Bangorejo yang kebetulan stripingnya sama.

Selesai beli martabak Tri kaget karena motor kesayangannya sudah tidak ada di tempat. Dia lantas berusaha mencari dengan bertanya kepada penjual dan warga sekitar. Tetapi setelah dilakukan pencarian, tidak ada yang tahu siapa dan kemana motor tersebut dibawa pergi.

Hanya saja di lokasi yang sama ada sebuah motor Honda Beat yang sebelumnya diparkir disamping motornya. Setelah ditunggu hingga larut malam, motornya tak kunjung kembali.

Tri lalu menanyakan kepada penjual martabak perihal kepemilikan motor tersebut. Ternyata motor yang diparkir itu tidak ada pemiliknya. Curiga motornya tertukar, sang penjual martabak menyarankan agar motor tersebut bisa dibawa pulang oleh Tri.

Usai dibawa pulang, Tri lantas menyampaikan melalui siaran Radio Bintang Tenggara. Beberapa saat kemudian, Malik, pemilik motor Beat satunya mendengar dan langsung mengabarkan jika motornya tidak sengaja tertukar dengan milik orang lain.

“Saya ingatnya pagi tadi, saya lihat di jok motor kok ada mantel, lha punya siapa. Setelah plat nomernya dicek, ternyata motor tersebut bukan milik saya. Lalu saya dihubungi saudara saya kalau motor saya masuk pemberitaan di radio,” ungkap Malik, pemilik motor yang tertukar dengan Tri.

Dia mengaku jika motor tersebut baru ia beli secara second sekitar seminggu lalu. Sehingga ia dan keponakannya masih belum hafal dengan motor yang dikendarai. Sementara itu, Tri mengaku bersyukur akhirnya motor kesayangnya tersebut telah ditemukan.

“Ya, bukannya apa motor itu punya nilai historis yang tinggi bagi saya,” terang Tri kepada radiobintangtenggara.com

Selanjutnya kedua pemilik motor Honda Beat tersebut mendatangi Radio Bintang Tenggara untuk tukar motor. Setelah diberikan penjelasan, kedua pemilik akhirnya saling menerima dengan legowo. (*)

Rizki Restiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here