Beranda News Banyuwangi Didukung Kementrian BUMN, Pengembangan Kawasan Pulau Merah Akan Dimulai September 2019

Didukung Kementrian BUMN, Pengembangan Kawasan Pulau Merah Akan Dimulai September 2019

5
0
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Direktur Operasional BUMN Perum Perhutani (Foto:Istimewa/RBT)

Radiobintangtenggara.com, Jember – Pembangunan kawasan wisata Pulau Merah segera dimulai. Pemkab telah melakukan pertemuan dengan jajaran Kementerian BUMN untuk segera melaksanakan pembangunan tahap pertama di kawasan ini. Pelaku wisata setempat pun dilibatkan demi kelancaran pengembangan kawasan.

Sebanyak 102 ratusan pelaku pariwisata Pantai Pulau Merah diundang pemkab untuk bersinergi memepercepat pelaksanaan pembangunan kawasan ini. Dalam pertemuan yang digelar di pendopo Banyuwangi, Senin (9/9/2019), hadir Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Direktur Operasional BUMN Perum Perhutani Sumardi.

Anas mengatakan pihaknya telah melakukan pertemuan jajaran Kementrian BUMN yang dipimpin oleh staf khusus I Kementrian BUMN Sahala Lumban Gaol di Banyuwangi. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa pembangunan Pulau Merah akan segera dilaksanakan.

“Pada pertemuan beberapa hari lalu itu, sudah disepakati  bahwa bulan ini akan segera dilakukan pembangunan. Untuk tahap awal, yang dibangun adalah sentra kuliner dan suvenir yang akan ditempati oleh pedagang setempat,” kata Anas.

Menindaklanjuti kesepakatan tersebut, pemkab hari ini pun melakukan pertemuan dengan para pedagang Pulau Merah.

“Pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian BUMN telah memberikan dukungan penuh bagi pengembangan Pulau Merah. Kini pelaku wisata setempat yang harus menunjukkan keseriusan dukungan terhadap pembangunan ini,” kata Anas di hadapan ratusan pedagang tersebut.

Pantai Pulau Merah  merupakan salah satu pantai menawan di kawasan Banyuwangi sisi selatan yang masuk pengelolaan Perhutani. Untuk pelaksananya sendiri, Kementerian BUMN sudah menetapkan PT Patra Jasa sebagai anak perusahaan PT Pertamina yang bergerak di bidang hospitality.

Anas melanjutkan, pengembangan kawasan tersebut bakal mengakomodasi aktivitas ekonomi masyarakat Pulau Merah yang selama ini telah berkegiatan di sana. Dalam rancangan desain yang diarsiteki Yori Antar tersebut memberikan ruang bagi semua penggiat UMKM yang selama ini telah berjualan.

“Pengembangan ini tidak akan menggeser aktivitas ekonomi yang telah ada. Tapi, akan menatanya lebih baik. 102 penjual yang ada akan ditempatkan di zona yang telah disediakan. Sehingga kualitas pengelolaan destinasi ini bisa ditingkatkan lagi,” ujar Anas.

“Bila tertata dengan baik, maka akan makin banyak wisatawan yang datang yang tentunya berdampak pada kesejahteraan pedagang. Untuk itu, kami minta semua yang hadir mendukung pelaksanaan pembangunan kawasan ini dengan baik,” ajak Anas.

Ajakan Anas tersebut, langsung disambut positif oleh Ketua Kelompok Masyarakat Wisata Pulau Merah, Poniran. Dia menyatakan mendukung pengembangan wisata Pulau Merah. Bahkan pokmas telah melakukan validasi jumlah pedagang yang terlibat di sana.

“Kami semua sepakat untuk mendukung pengembangan pariwisata ini. Pengembangan ini sebenarnya sudah kami tunggu sejak dulu. Karena kami ingin pariwisata di Pulau Merah dapat terus berkembang yang toh hasilnya untuk kami juga,” kata  Poniran.

Sementara itu, Direktur Operasional BUMN Perum Perhutani Sumardi mengatakan pengembangan Pulau Merah akan mencakup kawasan seluas 43 hektar. Dengan total investasi diperkirakan sebesar Rp. 67 milyar. Pengembangan akan dilakukan secara bertahap.

“Setelah memastikan kesiapan pelaku wisata dalam menyambut pembangunan ini, pembangunan fisik akan kami mulai pada minggu ketiga bulan September ini. Pembangunan tahap awal ini akan mencakup pembangunan sentra kuliner dan UMKM dan beach bar bagi wisatawan,” kata Sumardi. (*)

Muhajir Efendi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here