Beranda News Jember Komnas Perempuan Minta Perketat Dispensasi Perkawinan Di Pengadilan

Komnas Perempuan Minta Perketat Dispensasi Perkawinan Di Pengadilan

8
0
Imam Nahe’i, Komisioner Komnas Perempuan saat berada di Jember (Foto:Supianik/RBT)

Radiobintangtenggara.com, Jember – DPR RI dan Pemerintah telah menyepakati revisi Undang-Undang Perkawinan tentang ketentuan batas usia menikah laki-laki dan perempuan yaitu 19 tahun.

Menanggapi hal ini, Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Perempuan, Imam Nahe’i saat berada di Jember, (Kamis 19/9/2019) mengatakan, masih ada mekanisme yang dapat dilakukan untuk menyiasati ketentuan tersebut yaitu melalui mekanisme dispensasi perkawinan.

Imam menerangkan, dispensasi perkawinan seolah menjadi mata rantai yang sulit diputus. Pasalnya, masih ditemukan penghulu yang seringkali menyalahkan Pengadilan karena memberikan dispensasi perkawinan.

Sedangkan Pengadilan sendiri mendapatkan tekanan dari pihak keluarga. Oleh karena itu, pihaknya berharap, mekanisme dispensasi di Pengadilan diperketat kecuali untuk satu alasan yaitu hamil di luar nikah dan atas dasar permintaan dari pihak perempuan. Jika yang bersangkutan memilih untuk menikah, maka diberikan ruang dispensasi.

Di sisi lain, Pemerintah Daerah haruslah mendorong pemenuhan hak pendidikan ataupun mendorong ekonomi kreatif dengan tujuan memperpanjang usia perkawinan. Dari saat ini yang masih dikisaran usia 19 tahun naik menjadi 21 tahun. (*)

Supianik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here