Beranda News Banyuwangi PLN Ingatkan Masyarakat Terkait Bahaya Bermain Layang-layang

PLN Ingatkan Masyarakat Terkait Bahaya Bermain Layang-layang

81
Petugas PLN ULP Muncar saat mengamankan layang-layang yang mengganggu jaringan di Purwoharjo. (Foto. Antoni Aldila)

Radiobintangtenggara.com, MUNCAR –  Gangguan listrik mengakibatkan pasokan listrik di sebagian wilayah PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Muncar mengalami pemadaman. Gangguan itu disebabkan layang-layang Gapangan yang mengenai instalasi listrik PLN.

Gerak cepat petugas atasi gangguan dengan melakukan konfigurasi pengaturan beban sehingga dampak padamnya listrik tidak terlalu lama dirasakan oleh masyarakat.

Antoni Aldila, Manager PLN ULP Muncar mengatakan akibat layangan tersebut membuat listrik padam hingga kawasan Wringinpitu, Tegaldlimo, Grajagan, Curah Jati, dan sekitarnya sampai wilayah Taman Nasional Alas Purwo (TNAP).

“Meski saat ini sudah dilakukan upaya penormalan namun kami meminta agar masyarakat yang memiliki hobi bermain layangan tidak bermain layang-layang di sekitaran jaringan listrik PLN,” katanya saat mengudara di FM 95,6 Bintang Tenggara Banyuwangi. Sabtu, (01/08).

Anton menambahkan bagi warga yang mengetahui saat ada yang bermain layangan dan dekat jaringan PLN bisa membantu menghimbau. Sebab akibat jalur tegangan tinggi terkena layang-layang listrik padam di dua kecamatan.

Meski landasan hukum mengatur tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran pidana dan bisa diproses hukum. Tapi pihaknya lebih memilih upaya persuasif dengan edukasi, mengingat langkah hukum merupakan jalan terakhir yang akan dilakukan.

Anton menjelaskan, layang-layang berbahan kertas kado alumunium foil disebut paling berbahaya karena mengandung bahan kondutif yang bisa memicu hubungan arus pendek jika mengenai jaringan.

Menurutnya, mainan berbahaya lain yang biasa diterbangkan di udara adalah layang-layang berbahan plastik dan dipasangi lampu. Layang-layang itu biasa diterbangkan hingga malam hari karena dimodifikasi dengan penerangan.

“Layang-layang berukuran besar tersebut berbahaya jika mengenai jaringan karena mengandung kabel tembaga untuk menyalakan lampu,” ujarnya.

Fareh Hariyanto

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here