Banyuwangi

Dispendik Siapkan Pembelajaran Tatap Muka di Zona Kuning Banyuwangi

Radiobintangtenggara.com, BANYUWANGI – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) menyampaikan, sekolah yang berada di zona hijau dan kuning diperbolehkan untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Istu Handono, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa timur Wilayah Banyuwangi menanggapi Rencana pemerintah untuk membuka kembali semua jenjang sekolah di zona corona hijau dan kuning untuk jenjang SMA dan SMK di Banyuwangi. Sebagaimana mengacu Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Mentri sebelumnya bahwa jika zona belum hijau pembelajaran tidak bisa dilkakukan.

Namun setelah dilakukan evaluasi dari Dinas Pendidikan data menunjukan bahwa tidak sedikit masyarakat yang mengeluh saat penerapan metode belajar daring. “Sesuai intruksi mentri terbaru, model tatap muka di daerah zona kuning akan mulai 18 Agustus 2020,” katanya saat mengudara di FM 95,6 Bintang Tenggara Banyuwangi. Minggu, (09/08).

Persiapan akan dilakukan secara bertahap, diamulai pada tanggal 10 besok sekolah diminta menyiapkan segala upayanya termasuk segala sarana prasarana perihal sanitasi. Hingga pada tanggal 18 nantinya pihak dari Dinas Pendidikan akan mengecek bersama Satuan Tugas Covid-19 untuk mengecek kelengkapannya.

Menurut Istu, nantinya sekolah yang memiliki siswa dibawah 1000 akan dibagi dua Rombongan Belajar (Rombel) sebanyak 72 orang. Pada tiap kelasnya akan ada 16 siswa. Sedangkan bagi sekolah yang muridnya diatas 1000 murid akan dibatasi 4 Rombel dengan pembatasan siswa yang datang ke sekolah.

“Nanti durasi pelajaran maksimal dibatasi selama tiga jam,” ujarnya.

Hingga saat ini pihak sekolah yang sudah mengajukan sekolah tatap muka sudah ada di beberapa wilayah Banyuwangi. Namun rekomendasinya tetap di berikan ke pihak kecamatan. Sebab sebelumnya beberapa SMA dan SMK di Banyuwangi sudah mulai menerapkan simulasi pembelajaran tatap muka tentu dengan protokol pencegahan Covid-19. Tentu orang tua, tetap memiliki prioritas untuk memberikan ijin atau tidak.

Fareh Hariyanto

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top