Banyuwangi

Gas LPG Langka di Banyuwangi, Pertamina Siap Tambah Pasokan

Radiobintangtenggara.com, BANYUWANGI – Warga Banyuwangi banyak mengluhkan terkait kelangkaan Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kilo di Kecamatan Pesanggaran, Tegaldlimo, Muncar dan Cluring. Kelangkaan tersebut dirasakan warga setelah hari raya Idul Adha.

Wahyu Persada warga Desa Ringintelu Kecamatan Bangorejo Banyuwangi mengatakan  bahwa kelangkaan tersebut sudah berlangsung beberapa hari. Ia mengaku bahwa warga disekitar Desa Ringintelu kesulitan sebab diwarung yang biasa menyediakan LPG tidak tersedia sama sekali.

“Saya tidak tahi bisa sampai langka LPG ini,” katanya saat menghubungi Bintang Tenggara Banyuwangi.

Menanggapi hal itu, Rustam Aji, Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus  mengungkapkan bahwa kebutuhan masyarakat akan produk LPG di wilayah Provinsi Jawa Timur memiliki kecenderungan tren meningkat di beberapa momen perayaan hari besar keagamaan.

Menurut Rustam peningkatan konsumsi LPG juga diprediksikan  beberapa hari sebelum jelang Hari Raya Idul Adha. Selain peningkatan jumlah konsumsi yang juga terjadi seiring dengan mulai pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat. Menanggapi keluhan di Banyuwangi sebenarnya Pertamina juga secara aktif berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam upaya penyaluran dan pengawasan penggunaan LPG 3 kg agar lebih tepat sasaran.

Sebab momen meningkatnya kebutuhan LPG seringkali dimanfaatkan oleh oknum spekulan (pengecer), yang mempermainkan harga jual tanpa mengacu ke Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan Pemerintah. Oleh karena itu pihaknya menghimbau masyarakat, agar membeli langsung LPG di pangkalan resmi LPG dan Outlet Brightgas Pertamina

“Sebab jika membeli diluar itu pihaknya tidak bisa memberikan pengawasan,” ujarnya.

Rustam menambahkan sesuai dengan UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, Pemerintah baik di Pusat dan Daerah wajib mengendalikan ketersediaan barang kebutuhan pokok atau barang penting di seluruh wilayah NKRI, dalam jumlah yang memadai, mutu yang baik dan harga yang terjangkau.

Dan Permen ESDM No. 26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG, Pemerintah (Pusat dan Daerah) bersama dengan Dirjen Migas Kementerian ESDM berhak melakukan pengawasan atas kelancaran penyediaan dan pendistribusian LPG Tabung 3 Kg pada tingkat penyalur LPG Tabung 3 Kg ke konsumen LPG Tabung 3 Kg.

“Namun kewenangan kami hanya melakukan pengawasan sampai dengan jalur distribusi resmi yang menjadi mitra Pertamina, Agen dan Pangkalan LPG,” tambahnya.

Rustam mencontohkan misalnya penetapan dan pengawasan HET di tingkat Pangkalan berlandaskan pada SK Gubernur yang diturunkan ke SK Bupati atau Walikota. Ia juga menekankan terkait ketersediaan harusnya warga yang mampu tidak menggunakan LPG 3 Kg karena hanya untuk kalangan menengah bawah.

Rata-rata penyaluran LPG 3 kg di Banyuwangi sebanyak 54.480 tabung per hari. Guna memenuhi kebutuhan masyarakat, rencana akan diberikan tambahan fakultatif sebanyak 54.480 tabung, yang didistribusikan dalam 3 hari, untuk tanggal 12-14 Agustus 2020. “Kami akan tambahan sekitar 18.160 tabung per hari itu di Banyuwangi,” pungkasnya.

Fareh Hariyanto

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top