Lumajang

Sinkronisasi Kebijakan PEMDA Dengan Aspirasi Masyarakat Lumajang

Radiobintangtenggara.com, LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lumajang menggelar acara Musrenbang RKPD Kabupaten Lumajang Tahun Anggaran 2019 di Gedung Soejono Kabupaten Lumajang, Rabu (21/3/2018).

Tujuan diselenggarakannya Musrenbang ini adalah untuk menampung berbagai masukan dan usulan dari Stakeholder dalam rangka penajaman, penyelarasan dan penyempurnaan kerangka regulasi dan anggaran yang akan dituangkan dalam RKPD Kabupaten Lumajang Tahun 2019, yang selanjutnya akan digunakan sebagai bahan penyusunan RAPBD Kabupaten Lumajang Tahun 2019.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lumajan, Ir. Nugroho Dwi Atmoko melaporkan, hasil penjaringan aspirasi masyarakat melalui Musrenbang Desa/Kelurahan yang dilanjutkan dengan Musrenbangcam dan Forum SKPD dapat ditampung sejumlah 2086 usulan program dan kegiatan yang terbagi menjadi 3 bidang yaitu Bidang Fisik, Bidang Ekonomi, dan Bidang Sosial Budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati Lumajang, yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Drs. Gawat Sudarmanto menyampaikan, bahwa ada beberapa indikator makro yang pencapaiannya cukup memuaskan dan ada pula yang perlu dilakukan percepatan peningkatan.

Beberapa indikator tersebut diantaranya yaitu berkaitan dengan Pertumbuhan Ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan per kapita, Neraca Perdagangan, Indeks Gini, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Disampaikan juga, pada tahun 2017, pendapatan rata-rata penduduk Kabupaten Lumajang mencapai 26,05 juta per tahun atau 2,1 juta per bulan.

“Hal ini menunjukkan hal positif, dimana kesenjangan antara yang kaya dengan yang miskin sangat kecil dibandingkan kabupaten/kota lain”. Kata Bupati

Begitu juga dengan neraca ekspor-impor Kabupaten Lumajang dari tahun ke tahun selalu positif dan menunjukkan tren positif. Pada tahun 2017, ekspor Kabupaten Lumajang mencapai 1,15 triliun sedangkan impor hanya sebesar 61 miliar.

“untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Lumajang mengalami penurunan 0,25% di tahun 2016 dibandingkan tahun 2015, hal ini menunjukkan kenerja pemerintah sudah cukup optimal di bidang ketenagakerjaan”. Ujarnya

Angka ini dibawah TPT Provinsi Jawa Timur dan Lumajang berada diperingkat 2 (dua) terbaik setelah Kabupaten Pacitan yg berada di posisi TPT terkecil.

Sementara itu, capaian IPM Kabupaten Lumajang perlu menjadi perhatian ke depannya. Walaupun IPM masih pada angka 63,74, namun progres capaian nilai IPM mengalami kenaikan tiap tahunnya. Hal ini dipengaruhi oleh indeks pendidikan, indeks kesehatan dan indeks daya beli.

Dari ketiga indeks tersebut yang perlu menjadi perhatian dan harus kita tanggulangi bersama adalah sektor pendidikan khususnya rata-rata lama sekolah, disamping itu kita juga harus meningkatkan pendapatan dalam upaya meningkatkan daya beli masyarakat.

Lebih lanjut, Gawat Sudarmanto menyampaikan, beberapa isu strategis dan permasalahan yang dapat dijadikan dasar dalam penentuan program dan kegiatan, antara lain yaitu Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Lumajang masih di bawah rata-rata kabupaten/kota se-Jawa Timur, pengembangan potensi wisata yang masih perlu dioptimalkan, ketersediaan infrastruktur dasar belum memadai, efektivitas pelayanan publik, serta implementasi e-government belum optimal.

Ia juga menyampaikan, bahwa tema pembangunan tahun 2019 yang diusung Pemerintah Kabupaten Lumajang adalah “Percepatan kesejahteraan melalui peningkatan layanan pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi”. Kemudian fokus pembangunan pada tahun 2019 diarahkan pada 9 sektor pembangunan dengan super prioritas pembangunan pada sektor pendidikan, kesehatan dan daya saing daerah.

SUPIANIK

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top