Lumajang

Tangkal Degradasi Moral Dengan Musabaqoh Fahmil Kutub Dan Porsadin

Radiobintangtenggara.com, LUMAJANG – Lomba keagamaan membantu membentuk ketahanan diri dari degradasi (kemerosotan) moral. Hal ini disampaikan Plt. Bupati Lumajang, dr. Buntaran Suprianto, M.Kes., dalam sambutannya ketika membuka Musabaqoh Fahmil Kutub dan Pekan Olahraga Seni Santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (PORSADIN) Se-Kabupaten Lumajang, di Alun-alun Kabupaten Lumajang, Minggu (15/04/2018).

“Saat ini sedang terjadi degradasi moral seperti pengaruh narkoba dan miras. Dampak positif dari kegiatan ini, diharapkan akhlak santri mampu membentuk ketahanan diri dalam membendung pengaruh kemerosotan moral tersebut,” ujarnya.

Acara ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan atas kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT). Acara ini bertujuan menyediakan wadah penyaluran sekaligus evaluasi perkembangan kemampuan santri dalam membaca dan memahami kitab kuning. Selain itu, sebagai wahana silaturrahmi masyarakat Pondok Pesantren (Ponpes) dan Madrasah Diniyah (Madin).

Sementara itu, Ketua FKDT Cabang Lumajang, Nawawi, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Lumajang.

“Terima kasih kepada Pemkab Lumajang karena berbagai kegiatan antar Ponpes dan Madin dapat disinergikan bersama. Dijelaskan, FKDT merupakan partner Pemerintah untuk membantu mengembangkan kegiatan diniyah dan keagamaan”, paparnya.

Selain itu, Ia menyampaikan bahwa Peraturan Daerah (Perda) Wajib Diniyah telah masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda). Hal ini guna mewujudkan cita-cita untuk menjadikan Lumajang Kota Santri Nasionalis.

Peserta PORSADIN kali ini, berjumlah sekitar 3000 orang, yang datang dari 21 kecamatan se-Kabupaten Lumajang. Para peserta ini mengikuti sejumlah cabang lomba dalam Fahmil Kutub yang dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu tingkat Ula, tingkat Wustha dan tingkat Ulya.

Di tingkat Ula terdapat Cabang lomba Bidang Fiqih (Hukum), Nahwu (Tata cara membaca Bahasa Arab), Tarikh (Sejarah), Akhlaq (Budi pekerti), dan Tauhid (Ketuhanan).

Sedangkan di  tingkat Wustha terdapat cabang lomba Bidang Fiqih, Nahwu, Tarikh, Akhlaq, Tauhid, Tafsir, Ushul Fiqih, dan Balaghah. Dan di tingkat Ulya, terdapat cabang lomba bidang Fiqih, Hadits, Ilmu Hadits, Tarikh, Akhlaq, Tauhid, Tafsir, Ushul Fiqih, Balaghah, dan Lughah. Selain itu, dalam PORSADIN kali ini, masih ada beberapa cabang lomba lain yang digelar.

SUPIANIK

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top