Beranda News Banyuwangi Terindikasi DBD, Petugas Datangi Warga Purwodadi Gambiran

Terindikasi DBD, Petugas Datangi Warga Purwodadi Gambiran

126
0
Petugas mengecek sejumlah lokasi yang diduga menjadi sarang nyamuk (Foto : Istimewa)

Radiobintangtenggara.com, GAMBIRAN – Sejumlah petugas gabungan dari Polsek Gambiran, Perangkat Desa Purwodadi, dan Tim Jumantik Desa Purwodadi mendatangi rumah Nurul, warga Dusun Gembolo, RT 05 RW 03, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (30/3/2019).

Kedatangan petugas ke salah satu rumah warga tersebut untuk mengecek kondisi kesehatan dan lingkungan sekitar tempat tinggal, lantaran sang pemilik rumah diduga terindikasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Bu Nurul sudah 4 hari mengalami sakit demam dan selama ini hanya periksa ke dokter umum saja tanpa melakukan cek laboratorium,” kata Kapolsek Gambiran, AKP Sumaryata kepada radiobintangtenggara.com

Menurut Kapolsek, kedatangan petugas tersebut menyusul dugaan adanya 2 orang warga di lingkungan setempat yang positif terjangkit DBD dan dirawat di Rumah Sakit Graha Medika Yosomulyo, Gambiran.

Selain mengecek kesehatan warga yang terindikasi DBD, petugas juga melakukan  pengecekan bak mandi dan kaleng bekas guna mengetahui ada tidaknya jentik nyamuk yang bersarang di tempat tersebut.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jajag, dr. Yos Hermawan mengaku belum bisa memastikan apakah warganya tersebut terjangkit penyakit DBD atau tidak. Sebab untuk mengetahui hal itu harus dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium.

“Itu kan masih terindikasi dan belum positif. Biasanya hanya demam dengue saja. Tapi memang kita maklumi, dimana-mana sekarang sedang mewabah soal DBD ini,” ujarnya.

Dokter Yos Hermawan yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banyuwangi menambahkan, selama ini pihak puskesmas sudah seringkali memberikan sosialiasi mengenai pencegahan wabah penyakit DBD kepada warganya.

“Namun demikian hal ini juga harus dilandasi kesadaran dari masyarakat juga. Kan sudah sering disampaikan 3M (Menutup, Menguras dan Mengubur), tapi ya kalau tidak diberantas bersama-sama akan susah,” jelasnya.

Meski dikabarkan sudah ada beberapa warga yang terindikasi DBD, petugas kesehatan setempat nampaknya belum ada upaya atau tanda-tanda untuk melakukan fogingisasi di lokasi yang terindikasi tersebut.

“Untuk foging dari petugas kesehatan, ada indikasi, pertimbangan dan aturannya,” terang dr. Yos.

Meski begitu pihak kepolisian dan perangkat desa setempat kemudian mendata rumah warga yang rencananya akan dilakukan penyemprotan guna antisipasi penyakit menyebarnya penyakit DBD. (*)

Rizki Restiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here