Beranda News Banyuwangi Aplikasi Baru BPJS Kesehatan, Cek Penyakit Bisa Dari Smartphone

Aplikasi Baru BPJS Kesehatan, Cek Penyakit Bisa Dari Smartphone

560
0
Layanan mobile skrining BPJS Kesehatan

Radiobintangtenggara, BANYUWANGI – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah resiko penyakit kronis seperti Diabetes Melitus, Hipertensi, Ginjal Kronik dan Jantung Koroner sejak dini, BPJS kesehatan meluncurkan layanan mobile skrining, Rabu (1/2).

Hal ini juga disosialisasikan oleh BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi di aula BPJS Kesehatan setempat. Aplikasi mobile skrining berbasis Android ini bisa didownload di Playstore.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi Santhu Harianja mengatakan, skrining riwayat kesehatan merupakan penambahan fitur di aplikasi BPJS kesehatan Mobile. Jika sebelumnya peserta JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) hanya dapat melakukan skrining riwayat kesehatan secara manual di Kantor Cabang BPJS Kesehatan atau mitra BPJS Kesehatan, maka sekarang mereka bisa melihat potensi risiko kesehatannya cukup dengan melakukan skrining riwayat kesehatan melalui aplikasi BPJS Kesehatan mobile yang bisa diakses di handphone.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Santhu Harianja

“Untuk mendapatkan aplikasi ini, peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan mobile di Google Play Store, kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan,” jelasnya.

Menurut Santhu, peserta dapat memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan, kemudian peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari hari dan penyakit yang pernah di idap.

Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, kata dia, maka peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada saat itu pula. Jika peserta memiliki risiko rendah, maka mereka akan disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit setiap hari.

“Namun apabila dari hasil skrining, peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi diabetes melitus, maka peserta akan memperoleh nomor legalisasi atau nomor skrining sekunder dan akan diarahkan untuk mengunjungi FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) tempatnya terdaftar,” katanya.

Sekedar untuk diketahui sepanjang tahun 2016, BPJS Kesehatan telah melakukan skrining riwayat kesehatan kepada peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia. Hasilnya untuk penyakit Diabetes Militus menjadi yang tertinggi, yaitu mencapai 702 ribu lebih. Dari jumlah tersebut Diabetes beresiko rendah mencapai 36 Ribu lebih. Beresiko sedang 65.

Hasilnya, untuk kategori penyakit diabetes mellitus terdapat 702 ribu lebih peserta beresiko rendah, 36 ribu lebih peserta beresiko sedang dan 600 an peserta beresiko tinggi. (her/riz)

LEAVE A REPLY