Banyuwangi

Terketuk Hatinya, Sejumlah Pemuda Banyuwangi Berikan Bantuan Untuk Sumiati

Srono – Siapa yang tidak terenyuh jika melihat kondisi Sumiati yang sangat memperihatinkan itu. Warga Dusun Krajan RT 04 RW 01, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi tersebut ditinggal oleh kedua anaknya sejak beberapa tahun lalu.

Mendengar kondisi tersebut, sejumlah komunitas pemuda di Banyuwangi yang tergabung dalam Istana Dhuafa terketuk hatinya untuk membantu meringankan beban dari Sumiati. Rabu pagi tadi (25/5) sekitar pukul 09.00 WIB mereka datang dan mengunjungi rumah Sumiati untuk memberikan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok bagi Ibu tersebut.

feri2Menurut Bendahara Istana Dhuafa, Ferry Sandra, 33, dirinya bersama anggota lain Irwan Vitara mendatangi rumah Sumiati setelah membaca berita dari media sosial karena prihatin dengan kondisi Ibu dari dua anak tersebut. “Sudah seharusnya kita sebagai saudara saling membantu kepada sesama yang membutuhkan, setidaknya bantuan yang kami berikan bisa sedikit meringankan beban dari mbah sumiati” kata Ferry kepada Radiobintangtenggara. Rabu (25/5).

Meski begitu, keinginan Sumiati untuk bertemu dengan kedua anaknya, Sunoto dan Miswan tak pernah surut. Sebenarnya keinginan Sumiati hanya satu, yakni kedua anaknya bisa kembali ke rumah dan dapat merawat dikala usia senjanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sumiati yang hidup sendiri di Dusun Krajan, RT 04 RW 01, Desa Kebaman, Kecamatan Srono ini ditinggal oleh kedua anak laki – lakinya. Suripto suami Sumiati, sudah meninggal dunia sejak 25 tahun silam. Hingga berita ini diturunkan, masih belum terlihat Sunoto dan Miswan balik dan menjenguk Ibu kandungnya itu.

Rizki Restiawan

1 Comment

1 Comment

  1. tio

    Rabu 25 Mei 2016 at 8:55 pm

    hai sunoto miswan.. kowe kie piye tho.. moso mbok mu di telantarke ngono.. DUDU MENUNGSO KOWE IKU..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top