Beranda News Banyuwangi Begini Penjelasan Dari Dinas PU Banyuwangi Terkait Jalan Berlubang

Begini Penjelasan Dari Dinas PU Banyuwangi Terkait Jalan Berlubang

330
0
IPTU Kateno, Kanit Lantas Muncar sedang berada di jalan raya Kedungrejo Muncar - Tegaldlimo yang menjadi lokasi kecelakaan lalulintas, Senin (29/1).

Radiobintangtenggara.com, BANYUWANGI – Banyaknya jalan yang berlubang di Kabupaten Banyuwangi dikeluhkan oleh masyarakat. Selain menghambat roda perekonomian warga, jalan yang berlubang juga berbahaya bagi keselamatan. Bahkan tak sedikit yang sudah memakan korban jiwa.

Pasalnya, jalan yang berlubang juga menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalulintas di Banyuwangi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya dan Penataan Ruang (CKPR) Mujiono mengungkapkan, jalan yang rusak dan berlubang di beberapa wilayah sebenarnya sudah masuk dalam agenda perbaikan. Namun lantaran intensitas hujan yang masih tinggi mengguyur Banyuwangi, sehingga perbaikan jalan belum maksimal.

“Nanti akan sama saja karena saat hujan kondisi aspal basah, sehingga jika dipaksakan bisa jadi tidak akan merekat dengan baik,” jelasnya saat dikonfirmasi radiobintengtenggara.com, Kamis (1/2).

Menurut Mujiono aspal yang digunakan untuk perbaikan di Banyuwangi ada dua jenis, yaitu aspal panas dan aspal dingin. Aspal panas, kata Mujiono, digunakan untuk proyek perbaikan yang sifatnya jangka panjang (hotmix). Sementara aspal dingin digunakan untuk pengaspalan yang sifatnya hanya tambal sulam saja yang membutuhkan waktu cepat.

“Aspal panas sebenarnya juga bisa digunakan untuk tambal sulam, namun minimal pengadaan harus 200 ton aspal. Ini agak susah, karena untuk tambal sulam tidak sebanyak itu. Sehingga jika harus memakai aspal panas, keadministrasian juga kami pertimbangkan, agak lama juga karena menunggu siapa pemenang lelang,” ungkap Mujiono.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, kedua jenis aspal tersebut memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan. Jika aspal panas bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang karena kualitasnya bagus, namun prosesnya juga agak lama. Sedangkan aspal dingin tidak tahan lama dan mudah mengelupas, namun cepat dalam hal penanganan jalan yang berlubang.

Sementara itu terkait dengan banyaknya kecelakaan lalulintas yang disebabkan oleh jalan berlubang, pihaknya juga sudah mendengar hal itu. Menurut dia, Dinas PU sudah menerjunkan tim satgas jalan berlubang yang berada di masing-masing UPTD yang tersebar di Banyuwangi. Satgas ini bertugas memburu dan menambal ruas-ruas jalan yang rusak dengan segera.

“Tapi ya masyarakat harus bersabar karena pengaspalan juga membutuhkan waktu. Insyallah dalam 2 sampai 3 bulan ke depan akan dilakukan pengaspalan jalan di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Genteng, Kecamatan Muncar dan Kecamatan Banyuwangi Kota,” pungkasnya.

Rizki Restiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here