Beranda News Situbondo 15 Tahun Usia Perda, Pemkab Situbondo Dinilai Lamban Tangani Prostitusi

15 Tahun Usia Perda, Pemkab Situbondo Dinilai Lamban Tangani Prostitusi

16
0
Jumlah ODHA di Situbondo hingga tahun 2018 berdasarkan data Tim Penanggulangan HIV / AIDS Kabupaten Situbondo. (Foto. Zaini Zain)

Radiobintangtenggara.com, SITUBONDO – Sudah seribu lebih warga Situbondo terpapar penyakit HIV AIDS. Keseriusan Pemkab Situbondo menutup eks lokalisasi mulai dipertanyakan, mengingat free sex atau seks bebas jadi penyebab tertinggi penularan HIV AIDS.

Saat ini, sejumlah eks lokalisasi masih dijadikan tempat prostitusi terselubung, meski Pekmab Situbondo sudah memiliki Perda Nomor 27 Tahun 2004 tentang larang pelacuran. Ironisnya, sudah 15 tahun Perda tersebut diundangkan, belum ada langkah konkrit Pemkab Situbondo menutup permanen eks lokalisasi.

Tokoh pemuda Situbondo, Suhartono, mengatakan, dirinya pernah membaca berita bahwa dinas kesehatan menemukan satu dari tiga PSK mengidap HIV AIDS. “Ironisnya, sejauh ini Pemkab terkesan setengah hati menyelesaikan masalah lokalisasi”, Kata Suhartono.

Penggiat media sosial asal Kelurahan Dawuhan itu meminta, agar Satpol PP menindak tegas PSK dan mucikarinya. Eks lokalisasi dan warung remang-remang yang diketahui menyediakan PSK harus ditutup secara permanen atau dibongkar.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pemkab Situbondo, penderita HIV AIDS di Situbondo terus meningkat dari tahun ke tahun. Sejak 2010 hingga 2018, sudah tercatat 1009 warga Situbondo terjangkit penyakit HIV AIDS.

“Satpol PP memiliki dasar kuat menutup tempat pelacuran, karena Pemkab Situbondo sudah memiliki Perda yang melarang praktek prostitusi” tambah Suhartono.

Zaini Zain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here