Beranda News Bali Pasca Erupsi, Gunung Agung Tetap Pada Level Siaga

Pasca Erupsi, Gunung Agung Tetap Pada Level Siaga

13
0
Devy Kamil Syahbana, Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Wilayah Timur. (Foto. Istimewa)

Radiobintangtenggara.com, BALI –  Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali kembali mengalami erupsi pada Minggu (30/12/2018) pukul 04.09 WITA. Letusan berlangsung selama selama 3 menit 8 detik dengan amplitudo 22 mm.

Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Wilayah Timur Devy Kamil Syahbana mengatakan jika erupsi terjadi akibat adanya overpressure karena akumulasi gas-gas vulkanik.

“Pada saat erupsi, teramati sinar api di area puncak kawah namun ketinggian kolom abu tertutup kabut,” katanya saat mengudara di FM 95,6 Bintang Tenggara Banyuwangi. Minggu, (30/12/2018).

Laporan dilokasi hujan abu itensitas sedang mengarak ke Wilayah Amlapura. Hal itu karena sebaran abu condong ke Tenggara. Sementara berdasarkan informasi satelit, abu vulkanik bergerak ke arah tenggara dengan ketinggian mencapai 5.500 meter di atas permukaan laut.

Devi menambahkan hujan abu tipis dilaporkan terjadi di wilayah Kabupaten Karangasem di sektor tenggara Gunung Agung, seperti di beberapa desa seperti di Desa Seraya Barat, Desa Seraya Tengah, dan Desa Tenggalinggah.

Pihak PVMBG mengamati jika dalam satu bulan terakhir, gempa-gempa yang terekam di Gunung Agung didominasi oleh gempa Hembusan, gempa Tektonik, dan beberapa kejadian gempa Vulkanik dangkal dan Vulkanik dalam.

“Berdasarkan analisis data kami secara menyeluruh, potensi untuk terjadinya erupsi yang lebih besar masih relatif kecil,” ujarnya.

Menurut Devi erupsi yang mungkin terjadi saat ini dapat berupa lontaran material batu/lava pijar, hujan abu maupun hembusan gas-gas vulkanik. Pasca erupsi itu PVMBG menyimpulkan bahwa status aktivitas Gunung Agung masih berada pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi zona perkiraan bahaya berada di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari puncak.

Sementara itu, zona perkiraan masih tetap pada radius empat kilometer dari puncak kawah Gunung Agung. Sehingga dihimbau bagi warga ataupun wisatawan yang akan mengunjungi ke wilayah Bali bisa menjahui lokasi bahaya serte memantau perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual.

“Hal ini guna  keselamatan masyarakat dan wisatawan disekitaran lokasi,” pungkasnya.

Fareh Yusuf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here