Beranda News Jember Dua Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Jalur Gumitir

Dua Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Jalur Gumitir

49
Kendaraan yang terlibat kecelakaan di Jalur Gumitir. Silo Jember. (Foto. Faruq Sugandi)

Radiobintangtenggara.com, JEMBER – Insiden kecelakaan kembali terjadi di jalur penghubung Banyuwangi Jember tepat di Dusun Gumitir Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Jeber. Rudi Supriyadi pendengar Bintang Tenggara yang melintas di lokasi mengabarkan perihal kejadian itu.

Menurut Rudi kecelakaan melibatkan kendaraan jenis truk boks dengan mobil mini bus travel. Akibatnya insiden tersebut lalu lintas sempat tersendat dua arah karena posisi truk yang berada di tengah jalan.

“Kendaraan minibus mengarah dari Banyuwangi sementara truk boks melaju dari arah Jember,” katanya saat mengudara di FM 95,6 Bintang Tenggara Banyuwangi. Sabtu, (01/08).

Sementara itu Ipda Sugeng Romdhoni, Kanit Lantas Polsek Sempolan membenarkan perihal kejadian tersebut. Ia mengatakan insiden kecelakaan terjadi di jalan umum Jember Banyuwangi KM 35+300. Kecelakaan melibatkan mini bus dengan Nomor Polisi D 7427 AP yang di kendarai oleh Unggul (31) warga Desa Sumberberas Muncar.

Sementara truk boks dengan nomor polisi D 8337 VT yang dikendarai Agus Hariyansyah (46) warga Desa Benculuk Kecamatan Cluring Banyuwangi. “Akibat kejadian itu lalu lintas dilakukan sistem buka tutup,” ujarnya.

Sugeng menambahkan kronologi kecelakaan bermula saat kendaraan mini bus melaju dari arah Banyuwangi menuju ke Jember. Sesampai di lokasi kejadian tepat di tikungan tajam  dari arah berlawanan muncul truk boks. Akibat kedua kendaraan sama-sama melewati marka tengah jalan hingga mengakibatkan kecelakaan tidak terhindarkan.

Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa, namun akibat insiden itu kerugian ditaksir mncapai Rp. 5 juta rupiah. Sugeng menghimbau agar pengguna jalan yang akan melintas di jalur gumitir tetap memperhatikan kewaspadaan saat berkendara di jalur itu.

“Sebab jalur gumitir dengan topografi perbukitan membutuhkan kewaspadaan penggunanya,” pungkasnya.

Fareh Hariyanto

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here