Beranda News Situbondo Trauma, Satu Siswi Korban Perbuatan Amoral Belum Bisa Diperiksa Polisi

Trauma, Satu Siswi Korban Perbuatan Amoral Belum Bisa Diperiksa Polisi

45
0
Salah satu korban perilaku Amoral oleh Oknum Guru di Situbondo (Foto. Zaini Zain)

Radiobintangtenggara.com, SITUBONDO – Satu dari delapan siswi SD korban pencabulan oknum guru berinisial JM, ternyata masih mengalami trauma. Hingga kemarin, korban masih belum bisa dimintai keterangannya oleh penyidik.

Menurut Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priyambodo,  dari delapan siswi SD telah melapor jadi korban pencabulan oknum gurunya berinisial JM,  baru tujuh siswi bisa dimintai keterangannya oleh penyidik.

Nanang menambahkan, satu siswi mengaku masih sakit dan belum bisa dimintai keterangannya. Nanang mengaku, siswi tersebut sepertinya sedang mengalami trauma, dan belum bisa menceritakan kejadian yang menimpanya kepada penyidik.

Masih menurut Nanang, proses pemeriksaan para korban dugaan pencabulan itu memang berlangsung lama. “Penyidik harus sabar melakukan pemeriksaan, mengingat status para korban masih siswi SD,” katanya.

Baca Juga. Tidak Ada Jembatan Penghubung, Puluhan Siswa SD di Situbondo Nekat Terobos Derasnya Air Sungai

Berdasarkan data di kepolisian, dari delapan korban yang sudah melapor polisi, tiga diantaranya masih duduk di bangku kelas 1 di salah satu SD Negeri Kecamatan Banyuputih.

Pantauan Radiobintangtenggara.com menyebutkan. Proses pemeriksaan para siswi SD, yang menjadi korban dugaan pencabulan oknum guru bahasa daerah di sekolahnya, berlangsung selama tiga hari.

Sementara itu, para wali murid korban perbuatan amoral, mengaku menyerahkan proses hukum  kepada polisi. “Kami percaya, oknum guru terduga pelaku cabul terhadap delapan orang siswi ini akan mendapatkan hukuman yang setimpal,” kata salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

ZAINI ZAIN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here