Jember

Jadi Amsal Kepadatan, Warga Minta Pertegas Aturan Muatan Tebu

Radiobintangtenggara.com, JEMBER – Kepadatan jalur penghubung antara Banyuwangi dan Jember di wilayah selatan menjadi fenomena yang normal saat aktif tebang perkebunan tebu. Muhammad Ishak warga Pedotan Bangorejo Banyuwangi yang melintas di Gumitir sering merasakan hal tersebut.

Menurut Ishak lalu lintas di Gumitir padat merayap imbas volume kendaraan. Ia yang sering melintas di jalur Gumitir perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Jember sudah mahfum dengan lalu lalang truk pengangkut tebu.

“Baik dari Banyuwangi yang menuju ke wilayah Jember atau Situbondo, maupun arah sebaliknya sering terjadi kepadatan,” kata Ishak saat mengudara di FM 95,6 Bintang Tenggara Banyuwangi. Jum’at, (12/06).

Tak ayal kondisi tersebut kadang menyebabkan jalur perbatasan sering padat seiring meningkatnya volume kendaraan yang ada. Nahasnya tidak sedikit truk pengangkut tebu yang melintas memiliki kondisi kurang laik dengan muatan yang berlebih.

Terkadang, lanjut Ishak batang-batang tebu juga ditemukan terjatuh dari bak truk sehingga dapat membahayan pengguna jalan lain. Bahkan tidak sedikit insiden truk pengangkut tebu yang terguling saat melintas di jalur Gumitir.

Selain kontur jalan dengan medan perbukitan, kelebihan muatan dan usai truk yang tidak lagi muda menjadi salah satu amsal penyebab insiden itu sering terjadi. Ishak berharap ada upaya untuk meminimalisir dampak kepadatan yang terjadi di Gumitir Banyuwangi dengan mengatur secara tegas.

“Utamanya ihwal batas atas muatan dan beban serta dimensi truk pengangkut tebu yang melintas,” pungkasnya.

Fareh Hariyanto

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top