Banyuwangi

Atim dapat Pengganti Kuda yang Mati Saat Acara Puter Kayun

Atim bersama kuda barunya sebagai pengganti kudanya yang mati saat tradisi Puter Kayun beberapa waktu lalu. (Foto. Istimewa)

Atim bersama kuda barunya sebagai pengganti kudanya yang mati saat tradisi Puter Kayun beberapa waktu lalu.

Radiobintangtenggara.com, GIRI – Warga Kelurahan Boyolangu Banyuwangi menggalang dana untuk mengganti kuda Atim yang mati saat tradisi Puter Kayun beberapa waktu lalu. Akhirnya Atim bisa kembali sumringah karena kini sudah ada kuda baru sebagai pengganti.

Salah satu tokoh adat, Darma mengatakan, kematian kuda milik Atim saat tradisi Puter Kayun, di Kelurahan Boyolangu, memang mengejutkan warga. Hal itu yang kemudian memunculkan simpati warga untuk memberikan dana tambahan agar Atim bisa mendapatkan kuda pengganti.

Dia menyebut, Atim murni seorang kusir memang mendapatkan uang lewat kuda tersebut. yang digunakan untuk menarik Dokar dan berbagi kepentingan usaha lainnya.

“Hasil penggalangan dana yang dilakukan karang taruna dan panitia berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 4 juta. Selanjutnya uang tersebut diberikan secara simbolis oleh lurah Boyolangu beserta panitia secara simbolis,” katanya.

Hasil bantuan tersebut, lanjut dia, kemudian digunakan oleh Atim untuk membeli kuda baru. “Pak Atim membeli kuda seharga 20 juta rupiah. Kuda baru tersebut dibeli dari daerah lumajang. Sedangkan kuda sebelumnya yang sudah mati berasal dari sumbawa,” ujarnya.

Dengan adanya kuda baru tersebut Atim bisa kembali mengais rejeki melalui dokar yang dimilikinya. “Alhamdulillah akhirnya kini Pak Atim bisa kembali mengais rezeki lagi. Semoga kejadian kematian kuda tidak terjadi lagi,” ujar Atim.

Sebelumnya sejumlah kuda iring-iringan Puter Kayun lemas bahkan hingga ada yang mati di jalan. Diduga kuda tersebut kelelahan. Insiden ini terjadi di jalan raya Situbondo – Banyuwangi tepatnya di Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Ada 2 kuda yang tumbang. Satu berhasil selamat dan seekor kuda lagi mati saat itu.

Karena terjadi di pinggir jalan hal ini pun mengundang penasaran warga yang melintas. Alhasil arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan. Sebagai informasi Puter Kayun adalah tradisi napak tilas masyarakat Osing Boyolangu, Kecamatan Giri Banyuwangi. Tradisi ini digelar setahun sekali, tepatnya di hari ke 10 lebaran atau di setiap 10 Syawal. (Far/RBT)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top