Banyuwangi

PMI Asal Singonjuruh, Sakit di Jeddah Arab Saudi

Radiobintangtenggara.com, SINGONJURUH – Pekerja Migran Indonesia (PMI), Amronah dikabarkan telantar di Jeddah, Arab Saudi dalam kondisi sakit. Pekerja migran asal Dusun Kumbo RT 02 RW 03 Desa Gumirih Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi itu menderita sakit sejak beberapa bulan belakangan.

Bambang Hermanto kerabat Amronah di Singonjuruh menyampaikan menyampaikan keinginan pihak keluarga agar kembali bisa berkumpul di Banyuwangi. Menurutnya, saat ini Amronah berada di penampungan yang ada di Jeddah Arab Saudi dalam keadaan sakit.

“Kami ingin agar dapat memulangkannya namun terkendala prosedur dan besaran biaya yang harus dibayarkan,” katanya saat mengudara di FM 95.6 Bintang Tenggara. Selasa, (09/06).

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Migran Indonesia Banyuwangi, Agung Sebastian saat dikonfirmasi Bintang Tenggara terkait pemulangan PMI yang sakit menuturkan ihwal  penangangan khusus yang diperlukan saat pemulangan PMI yang dalam kondisi sakit dan melebihi masa izin tinggal.

Sebab pemulangan PMI biasanya difasilitasi oleh majikan atau pihak pemberi kerja. Pun saat itu status PMI masih dalam kondisi kerja, sehingga dapat ditanggung oleh yang bersangkutan namun berbeda jika sudah tidak bekerja dan berada di penampungan. “Namun saat kondisinya sakit dan tidak berkerja biasanya akan ada biaya yang dibayarkan untuk pemulangan,” tuturnya.

Agung menambahkan, meski ada biaya yang ditanggung mandiri, biasanya itu hanya untuk pembelian tiket pulang dari Arab Saudi ke Indonesia besaranya pun harus sesuai dengan fakta harga tiket dilapangan. Mengingat jika kasus PMI yang sakit sudah viral di media sosial kadang justru dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan.

Pun begitu pihaknya akan berupaya mendampingi keluarga dan berkordinasi dengan Ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Arab Saudi untuk membantu proses pemulangan. “Kami akan memastikan agar kejadian tersebut tidak digunakan oknum jahat untuk mengambil manfaat,” pungkasnya.

Fareh Hariyanto

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top