Jember

Pelanggan PLN di Jember Keluhkan Kenaikan Tagihan

Radiobintangtenggara.com, JEMBER – Beberapa pelanggan PLN di Jember dan Lumajang mengeluhkan kenaikan tagihan listrik paska bayar pada pemakaian Mei 2020. Manajer Bagian Pemasaran dan Pelayanan PLN UP3 Jember, Djeniet Prasetiono, Jumat (5/6/20) membenarkan hal tersebut.

Menurut Djeniet, ada 2.000 pelanggan listrik paska bayar di wilayah Jember dan Lumajang mengalami kenaikan tagihan listrik di bulan Juni 2020 untuk pemakaian Mei 2020. Hal ini disebabkan pada bulan Maret-April 2020, PLN memberlakukan tagihan listrik berdasarkan jumlah pemakaian 3 bulan terakhir.

“Yakni pemakaian Desember 2019, Januari dan Februari 2020,” katanya.

Penerapan kebijakan itu, ada beberapa pelanggan yang memakai listrik melebihi jumlah rata-rata 3 bulan terakhir. Djaniet mencontohkan, dari rata-rata 3 bulan terakhir seorang pelanggan dikenakan biaya pemakaian listrik sebesar Rp 100.000 pada bulan Maret dan April 2020. Tapi setelah dilakukan pengecekan meteran langsung oleh petugas, ternyata selama bulan Maret dan April, jumlah pemakaiannya mencapai Rp 120.000 tiap bulan.

Sehingga kekurangan pembayaran saat bulan Maret dan April yang mencapai Rp 40.000, dibebankan ke tagihan pada bulan Mei. “Apabila kelebihan pemakaiannya lebih dari 60% jumlah tagihan pemakaian Mei 2020, maka dibebankan secara bertahap sepanjang tiga bulan selanjutnya,” ujarnya.

Menurut Djeniet, pada pemakaian bulan Mei 2020, PLN kembali memberlakukan pengecekan meteran listrik oleh petugas. Sehingga dapat diketahui apakah seorang pelanggan selama pemberlakuan pembayaran listrik berdasarkan rata-rata pemakaian 3 bulan terakhir melebihi atau kurang dari jumlah rata-rata itu.

Lebih jauh, Djeniet menegaskan, tak hanya kenaikan tagihan, ada juga yang mengalami penurunan tagihan pada bulan Juni ini. Karena pemakaian listrik pada bulan maret dan april lebih rendah dari rata-rata tiga bulan terakhir.

“Kenaikan jumlah tagihan itu dialami tak sampai 2% yakni 2.000 pelanggan PLN dari jumlah 750.000 pelanggan yang tersebar di Jember dan Lumajang,” pungkasnya.

SUPIANIK

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top